Edisi 22-11-2015
BPBD Majalengka Bentuk Tim Khusus Siaga Bencana


MAJALENGKA - Badan Pe - nanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majalengka membentuk tim reaksi cepat penanggulangan bencana.

Tim ini dibentuk untuk mem be ri - kan informasi lebih cepat dan mem berikan pertolongan per - tama ketika bencana terjadi di lokasi tersebut. Anggota tim terdiri dari pe - lajar yang aktif di pramuka dan masyarakat umum yang telah diberikan pelatihan dan pe ma - ham an.

Kepala Seksi Kesiapsiagaan BP BD Kabupaten Majalengka, Sis wanto di sela-sela pelatihan pembentukan siswa siaga bencana mengatakan, dalam pe latihan melibatkan pemateri dari unsur Kodim 0617 Ma ja - lengka, PLN, Dinas Bina Marga Ci pta Karya (BMCK) dan Balai Ta man Nasional Gunung Ci re - mai (TNGC) wilayah Ma ja leng - ka. Menurut dia, setiap pe ma te - ri yang dihadirkan sesuai deng - an kebutuhan ketika bencana ter jadi.

Misal dari Dinas BMCK tim dilatih tata cara me ng hi - tung kerugian ketika bencana ter jadi. Sedangkan PLN, ma te - ri nya tentang kebakaran yang pa da umumnya disebabkan arus pendek dan bagaimana ca - ra mencegahnya. Adapun TNGC terkait ma sa - lah antisipasi kebakaran hutan dan dari prajurit Kodim 0617 Majalengka terkait bagaimana cara mengevakuasi korban ben - ca na.

“Karena jenis bencana yang biasa terjadi di Majalengka itu berupa banjir, longsor, angin pu ting beliung, pergerakan ta - nah, kebakaran dan ke ke ring - an, jadi kami menghadirkan na - ra sumber sesuai dengan ke bu - tuh an di lapangan,” tuturnya. Menurut dia, peserta dalam pe latihan tersebut pelajar se - banyak 100 orang sedangkan tim relawan di masing-masing desa mencapai 343 orang yang dipasang di setiap desa di se lu - ruh Kabupaten Majalengka.

Dia menambahkan, saat ini BPBD Kabupaten Majalengka su dah memasang alat pen de - tek si dini pencegahan bencana atau Early Warning System (EWS) yang dipasang di wilayah Gu nung Anten Desa Ci mun - cang Kecamatan Malausma dan De sa Cibeureum, Kecamatan Ta la ga yang kondisi tanahnya m ulai bergerak.

“Bantuan Early Warning Sys - temtersebut berasal dari pe me - rin tah pusat, pemasangannya dilakukan atas kerja sama dengan BNPB, BPPT, LIPI dan Badan Geologi. Pemasangan alat ini terkait di wilayah Ma ja - leng ka dianggap rawan long - sor,” kata dia.

Dijelaskan dia, dengan ada - nya pemasangan alat EWS nan - tinya di kawasan itu akan ter da - pat tanda-tanda bencana alam se perti longsor atau gempa bu - mi yang bakal diketahui lebih awal dan secara otomatis bisa mengantisipasi adanya korban jiwa Ke pala BPBD Kabupaten Ma jalengka Tatang Rahmat me nambahkan,

berdasarkan da ta dari pusat Kabupaten Ma - ja lengka masuk peringkat ke 7 di Provinsi Jawa Barat dan ting - kat ke 16 di tingkat Nasional sebagai daerah rawan bencana. Karena itu Majalengka adalah salah satu penerima bantuan alat pendeteksi bencana alam, seperti 4 kabupaten/kota lain di Jawa Barat.

Ade nurjanah

Berita Lainnya...