Edisi 22-11-2015
Daya Beli Petani Indramayu Menurun


INDRAMAYU–Gagal panen atau puso yang terjadi pada areal pertanian di ber - bagai wilayah di Kabupaten Indramayu berdampak pada sepinya aktivitas jual beli di pasar-pasar tradisional. Jumlah pembeli menurun k a re - na daya beli mereka berkurang.

‘’Penurunan jumlah pembeli di pasar-pasar tradisional ratarata 20-30 persen,’’ ujar Kepala Dinas Koperasi, UKM, Pe r in - dustrian dan Perdagangan Ka - bu paten Indramayu, Maman Kos taman. Maman mengatakan, pe nu - run an jumlah pembeli itu ba - nyak dikeluhkan para pedagang di berbagai pasar tradisional.

Pa salnya, penurunan jumlah pem beli otomatis membuat om set dan keuntungan pe da - gang menurun. Maman menilai, sepinya pasar-pasar tradisional akibat jum lah pembeli berkurang itu di pengaruhi puso di berbagai da erah. Menurutnya, puso me - nye babkan daya beli ma sya - rakat berkurang karena pe ng - ha silan masyarakat menjadi hi - lang.

Berdasarkan informasi dari Di nas Pertanian dan Pe te r nak - an Kabupaten Indramayu, puso te lah menyebabkan produksi pa di di Kabupaten Indramayu me nurun 400 ribu ton. Jika di - ni lai dengan uang, maka ke ru gi - an akibat puso tersebut sekitar Rp2 triliun. ‘’Kerugian akibat puso itu me nyebabkan daya beli ma sya - ra kat menjadi turun hingga akhirnya berdampak pada pasarpa sar tradisional yang sepi,’’ kata Maman.

Dinas Koperasi, Usaha Kecil Me nengah, Perindustrian, dan Per dagangan (Diskoperindag) Kabupaten Indramayu meng - ge lar operasi pasar (OP) pada 5 No vember 2015 lalu untuk me - ning katkan daya beli ma sya - rakat. Operasi pasar tersebut dilakukan untuk membantu pa - ra petani yang lahan per ta nian - nya terkena puso akibat ke ma - rau panjang yang masih me lan - da Kabupaten Indramayu.

Maman mengungkapkan OP tersebut difokuskan pada 7 Kecamatan yang terkena puso yakni Kecamatan Krangkeng, Karangampel, Juntinyuat, Ba - long an, Indramayu, Arahan, Can tigi dan Sindang. Sebanyak 7.700 paket yang terdiri dari 5 ki logram beras, 3 kilogram gula, 2 liter minyak goreng, 2 ki lo - gram telur, dengan harga paket men capai 45-50 persen lebih mu rah dibandingkan harga bia - sa nya.

Salah seorang pedagang sem bako di Pasar Baru Ind r a - ma yu, Wati,41 menuturkan, se - jak musim kemarau ber ke pan - jangan, omset penjualannya me nurun sekitar 30 persen. Menurutnya, para pembeli mengurangi pembelian bahanbahan pokok yang dijualnya. ‘’Sepi sekali, pembeli juga me nu - run setiap harinya,’’ keluh Wati.

Sekretaris Daerah Ka bu pa - ten Indramayu, Ahmad Bahtiar me ngakui gagal panen pada are - al pertanian berimbas pada da - ya beli masyarakat menjadi tu - run. Pasalnya, gagal panen mem buat penghasilan ma sya - ra kat menjadi berkurang. Bahtiar menyatakan, Pem - kab Indramayu bekerja sama dengan TNI sudah berusaha maksimal untuk menekan ang - ka gagal panen.

Namun, ke ma - rau panjang akibat fenomena el ni no memang tetap gagal panen tak bisa dihindari. ‘’Tapi angka gagal panen ini sudah kami tekan sedemikian rupa,’’ terang Bahtiar. Untuk membantu ma sya ra - kat yang mengalami penurunan da ya beli, lanjut Bahtiar, Bulog In dramayu sudah menyalurkan raskin ke-13 dan 14. Dia me ni - lai, keberadaan raskin tam bah - an tersebut bisa mengurangi be - ban masyarakat, terutama yang berpenghasilan rendah.

Tomi indra

Berita Lainnya...