Edisi 22-11-2015
Inovasi Kunci Perindo Dekati Rakyat


CILEGON - Kader Partai Perindo dituntut selalu mampu berinovasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dengan inovasi yang didukung kerja keras dan militansi seluruh kader, Perindo diyakini akan mampu menjadi pemenang pada Pemilu 2019.

Ketua Umum DPP Perindo Hary Tanoesoedibjo (HT) mengatakan, dalam membangun partai, hanya dengan bekerja keras saja tidak cukup. Inovasi sangat diperlukan agar Perindo mampu berbeda dengan partai politik lainnya. ”Kita harus kerja keras dan melakukan inovasi. Jadi harus mengakar ke masyarakat melalui DPC.

Kita harus bisa memberikan kontribusi positif. Perindo umurnya boleh masih muda, tapi bukan berarti tidak akan menang,” ujar HT pada acara temu kader dan pengukuhan pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perindo daerah pemilihan (dapil) Banten I dan II di Cilegon, Banten, kemarin. HT menjelaskan, sebelum melakukaninovasi, terlebihdulu perlu pengkajian dan pemetaan daerah oleh pimpinan wilayah.

Tujuannya agar program-program dalam rangka menyejahterakan masyarakat bisa tepat sasaran. Pengkajian dan pemetaan itu sangat penting karena setiap daerah memiliki kondisi dan karakteristik yang berbedabeda. ”Untuk Banten sendiri banyak buruhnya, nah apa yang bisa dilakukan untuk perbaikan kehidupan buruh?

Kalau masyarakatnya banyak memiliki UMKM, misalnya di Tangerang, apa yang bisa dilakukan untuk memajukan UMKM tersebut,” jelasnya. HT kemudian memberikan contoh betapa inovasi sangat menentukan sukses tidaknya usaha yang dilakukan. Itu antara lain dibuktikan Steve Jobs, salah satu pendiri Apple.

Dengan berbagai inovasi yang dilakukan, Jobs mampu mengubah Apple menjadi salah satu perusahaan terbesar dunia. Hal yang berbeda terjadi pada perusahaan produsen telepon seluler (ponsel) Nokia. Awalnya Nokia yang bermarkas di Finlandia ini merupakan perusahaan raksasa dan merajai pasar ponsel dunia. Namun kini mereka tertinggal oleh para pesaingnya. ”Itu sama halnya dengan partai.

Jika partai melakukan inovasi, maka tidak menutup kemungkinan akan memenangi pemilu,” kata HT. HT menambahkan, jika kader Perindo hanya melakukan apa yang juga dilakukan kader partai-partai lain, walaupun sudah bekerja keras dengan maksimal, itu tidak akan mendatangkan kemenangan di pemilu mendatang. Maka dari itu perlu terobosan-terobosan yang cemerlang dan harus melakukan sesuatu yang lebih dibandingkan partai lain.

”Kunci kemenangan adalah militansi dan inovasi,” tegasnya. Adapun inovasi-inovasi yang harus terus dilakukan kader Perindo di daerah bertujuan semata-mata dalam rangka menyejahterakan rakyat Indonesia. Itu sesuai dengan tujuan pendirian Perindo, yakni untuk mewujudkan Indonesia sejahtera.

Selain di Cilegon, HT juga melantik dan menggelar rapat konsolidasi dengan pengurus DPC Perindo Tangerang Raya, yakni Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan, di Kota Tangerang tadi malam. Pada kesempatan itu, HT kembali menegaskan arah perjuangan Perindo, yakni ingin meningkatkan perekonomian kalangan menengah ke bawah.

Jika pendapatan kelas menengah ke bawah bisa ditingkatkan, mereka akan naik kelas dan bisa turut menjadi penggerak perekonomian. Semakin banyak orang yang menggerakkan ekonomi, kata dia, Indonesia akan lebih cepat menjadi negara maju. Di hadapan kader Perindo, HT juga menjelaskan alasan didirikannya Perindo, yaitu karena Indonesia masih banyak masalah, baik dari bidang ekonomi, hukum maupun politik.

Perindo didirikan dalam rangka memperbaiki itu semua. Indonesia disebutnya memiliki sejumlah syarat untuk mencapai kemajuan, salah satunya bonus demografi, yaitu usia produktif lebih banyak dari usia tidak produktif. HT mengatakan, bonus demografi itu bisa menjadi peluang, tetapi juga sebaliknya, bisa menjadi bumerang jika tidak disertai persiapan yang baik.

”Kalau kita tidak membuka lapangan kerja, mau apa kita? Akan habis Indonesia karena jumlah pengangguran akan makin banyak,” ungkapnya. Dia juga menyebut salah satu hambatan Indonesia dalam membangun ekonomi adalah maraknya praktik korupsi. Selain itu, hampir semua kebijakan Pemerintah Indonesia adalah hasil lobi pengusaha dan asing sehingga kebijakan yang dihasilkan tidak prorakyat.

Untuk mengubah kondisi yang buruk tersebut, Perindo harus mengambil peran dengan mendorong perubahan. Namun syarat untuk dapat mengambil peran lebih besar adalah Perindo harus mampu memenangi Pemilu 2019. Sebab dengan menang pemilu partai ini bisa menentukan arah kebijakan pembangunan di Indonesia, yakni kebijakan yang prorakyat.

”Kalau Perindo tidak menang pemilu, kita hanya bisa menonton saja, hanya teriakteriak jadi penonton,” katanya mengingatkan. Sementara itu, Ketua DPW Perindo Banten Yandra Doni mengatakan, hadirnya Perindo di Banten bukan semata-mata untuk meramaikan kontestasi politik, melainkan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat daerah tersebut.

”Pengurus DPC Perindo se-Banten ini dilantik agar kita bisa berjuang bersama-sama untuk rakyat,” ungkapnya. Menurut dia, DPC merupakan ujung tombak partai yang langsung berinteraksi dengan masyarakat. Dengan mendorong kiprah DPC, perjuangan Perindo akan tampak lebih nyata.

”Mudah-mudahan program- program yang dirancang oleh DPC ini bisa menyentuh sampai ke bawah dan dirasakan manfaatnya oleh rakyat,” dia berharap. Selain itu dia juga bertekad membuat struktur kepengurusan partai hingga ke bawah, yaitu membuat tingkat ranting, RT, bahkan hingga tempat pemungutan suara (TPS).

Hal itu penting karena dengan itu Perindo akan dengan mudah mencapai tujuannya. ”Salah satu kunci kemenangan adalah harus membangun infrastruktur hingga tingkat paling bawah,” katanya.

Hasyim ashari

Berita Lainnya...