Edisi 22-11-2015
Langkah Umuh Dipuji


BANDUNG– Pentolan Viking Persib Club (VPC) Yana Umar memuji sikap Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar yang mendatangi Polda Metro Jaya untuk mendukung penangguhan penahanan kepada Sekjen The Jakmania Febriyanto.

Niat baik serta alasan kemanusiaan dari Umuh dan Ketua SC Piala Presiden Maruarar Sirait akhirnya berbuah penangguhan penahan kepada Febriyanto yang dituding melakukan provokasi kepada anggota Jakmania untuk berbuat onar saat Persib melakoni laga final Piala Presiden 2015melawan Sriwijaya FC.

Febriyanto jadi tersangka karena dianggap menghasut lewat cuitan bernada provokasi di akun Twittermiliknya jelang laga final antara Persib lawan Sriwijaya FC di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta. Sosok yang juga dikenal sebagai wartawan salah satu media onlineini sudah menyampaikan permintaan maafnya kepada bobotoh.

“Namanya juga manusia tidak akan luput dari kesalahan dan sebagai manusia yang beradab tentu harus memaafkan. Jadi menurut saya, langkah Pak Haji (sapaan Umuh Muchtar) sangat bagus,” ujar Yana kepada Koran Sindo, kemarin. Namun sejauh ini, Yana mengaku belum mengetahui apa reaksi bobotohterkait penangguhan yang diberikan pihak Polda Metro Jaya kepada Febriyanto.

“Saya belum tahu, tapi mudah-mudahan responsnya juga baik,” harapnya. Yana pun berharap kejadian ini bisa menjadi pelajaran berharga khususnya untuk bobotoh. “Kita semua harus berhati-hati dalam menulis di dumay (dunia maya). Kalau menghujat mungkin biasa dan tidak apaapa. Tapi kalau kategorinya mengajak seperti Sekjen The Jak itu, janganlah,” harapnya kembali.

Diberitakan, Febriyanto sudah mendekam di tahanan selama sekitar satu bulan dan akhirnya mendapatkan penangguhan penahanan setelah Ketua SC Piala Presiden Maruarar Sirait dan keluarga Febriyanto memberikan jaminan bahwa tersangka tidak akan melarikan diri, menghilangkan barang bukti, dan kooperatif saat dipanggil untuk menjalani pemeriksaan.

Selain Maruarar, Umuh dan Ketua Umum The Jakmania Richard Ahmad juga menyarankan penangguhan penahanan Febriyanto. Meski telah melakukan penangguhan penahanan, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Mohammad Iqbal menegaskan, penyidik tetap akan memproses secara hukum Febriyanto.

Petugas Polda Metro Jaya menangkap Febriyanto di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Minggu (18/10). Dia diduga mem-postinginformasi bernada provokasi melalui akun Twittermiliknya pada 11 Oktober 2015. Dari hasil penelusuran, penyidik menemukan komunikasi antara pelaku dengan Koordinator Wilayah (Korwil) Kemayoran The Jakmania berinisial DO yang membenarkan rencana penyerbuan suporter Persija di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat terhadap pendukung Persib.

Akibat perbuatan itu, Febriyanto dan DO dijerat Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan atau Pasal 160 KUHP tentang penghasutan. Dari tangan pelaku, polisi juga menyita telepon selular, komputer jinjing, akun Twitter, Facebookdan surat elektronik atasnama pelaku dan buku catatan.

Muhammad ginanjar

Berita Lainnya...