Edisi 22-11-2015
Menggema dari Gedung Sate


BANDUNG-Ada suasana me - na rik di sepanjang Jalan Di po - ne goro kemarin pagi. Jalan pro - to kol itu dipenuhi ribuan orang dengan membawa angklung. Mereka berjalan dari Masjid Pus dai menuju Gedung Sate me nempuh jarak sekitar 500 me ter.

Ya, kemarin memang men ja - di hari yang paling dinanti para pen cinta angklung dari seluruh Jawa Barat dan Banten. Judul acara sendiri “Angklung’s Day 2015”.Pawai yang dilakukan b a - nyak orang dari kalangan tua, mu da, sampai anak-anak ini di - la kukan sebagai puncak pe ra ya - an ke-5 Hari Angklung Sedunia yang jatuh pada Senin (16/11).

Setelah pawai ceria itu, ribuan peserta yang terdiri dari be berapa kelompok besar ter se - but secara bergantian me nyu - guh kan permainan angklung dipimpin seorang dirigen. Angklung memang luar bia - sa. Dari sekian banyak orang yang tunplek, semuanya satu har moni mengeluarkan suara se suai indtruksi sang dirigen.

Tak heran alat musik tradisional orang Sunda ini dijadikan wa ris - an budaya dunia oleh Unesco pa - da 2010 silam di Nairobi, Kenya. Nurul Hamidah, 14, siswi SMP Yaqin Kota Bandung yang mengikuti event spesial itu ter - lihat sangat antusias bisa ber - par tisipasi dalam kegiatan ber - se jarah.

Menurutnya, rehersal ang - klung kemarin menjadi ajang pembuktian dia dan ka wankawannya setelah sekian lama berlatih alat musik dari bambu itu di sekolah. “Bentuk angklung unik dan khas. Apalagi saat dimainkan oleh orang banyak seperti ini ten tu lebih berkesan,” jelas Nu - rul yang rutin latihan angklung ini. Wajar aksi massal itu men - dapatkan respons positif dari banyak kalangan di sekolah. Sebagaimana kita tahu, ang - klung sudah banyak menjadi prog ram ekstrakulikuler di se ko - lah, baik SD, SMP, sampai SMA.

Para peserta yang datang ke - marin tidak hanya dari kota atau kabupaten di Jawa Barat, ta pi juga ada yang datang dari DKI Jakarta dan Tangerang, Banten. Angklung yang di main kan secara masif ini membuat sua ra khas alat musik se der ha na ini makin dikenal ma sya ra kat luas.

“Acara ini memang rutin se - tiap tahun diadakan, tujuannya un tuk memerkenalkan lebih luas angklung kepada ma sya ra - kat,” tutur Agung Permana, ke - tua pelaksana “Angklung’s Day 2015” ditemui usai acara. Menurutnya, para peserta yang terlibat berasal dari ka - lang an pencinta angklung, ba ik dari kalangan pelajar, ma ha sis - wa, dan umum.

Bahkan ada juga pe serta yang merupakan pe la - tih dari beberapa sekolah dan komunitas pencinta angklung. “Untuk kalangan pelajar ber - kisar 400 orang, tapi bila ke se - luruhan mencapai 5.000 pe ser - ta, baik dari Jabar, DKI Ja kar ta, dan Banten,” tutur Agung. Untuk memberikan su guh - an permainan yang menarik, alat musik tersebut perlu di - mainkan secara berkelompok.

Heru muthahari

Berita Lainnya...