Edisi 22-11-2015
PKEK Garut Lepasliarkan Elang Sitaan


GARUT – Satu ekor Elang Jawa yang berada di Pusat Konservasi Elang Kamojang (PKEK) Kabupaten Garut akan dilepasliarkan. Elang yang diberi nama Barkah tersebut merupakan hasil sitaan dari warga Kabupaten Sukabumi.

Barkah, kini sudah dipisahkan dan menempati kandang pe la - tih an terbang dan dia pun sudah ter lihat aktif untuk terbang. Sebelum dilepasliarkan, pi - hak PKEK telah menyimpan Bar kah selama beberapa hari di kan dang pelatihan. Barkah men jadi elang ke delapan yang akan dilepasliarkan.

Di PKEK, hingga kini masih terdapat 24 elang yang kebanyakan me ru - pa kan hasil sitaan BKSDA dari ma syarakat. Manajer operasional PKEK Zae ni Rahman mengatakan, Barkah sudah layak untuk dilepasliarkan karena sudah bisa berburu. Sebelum di le pas liar - kan, terdapat beberapa ta hap an yang harus dilalui, salah satu nya masalah kesehatan elang.

“Kebanyakan elang yang da - tang ke sini itu diberi pakannya seenak pemilik terdahulunya. Jadi butuh waktu untuk mem - biasakan elang bisa makan da - ging dan berburu,” ujar Zaeni ke marin. Saat tiba di PKEK, banyak el - ang yang dalam kondisi trauma. Bah kan ada elang yang sering di pukuli pemiliknya hingga terluka di bagian sayap.

Selain itu, terdapat beberapa elang yang memiliki penyakit karena tak dirawat dengan baik. “Jadi saat datang ke sini kami periksa dulu di klinik, lalu di - sim pan di kandang karantina se kitar dua minggu. Nanti di li - hat penyakitnya sembuh atau be lum. Jika penyakitnya me - ma tikan, p ilihan terakhir akan di suntik mati,” katanya.

Elang yang sudah dalam kon - disi baik, kemudian akan di pin - dahkan ke kandang ob ser vasi selama satu bulan. Perilaku elang akan dipantau dan diberi pa kan daging untuk mem bia sa kan jika akan dilepasliarkan. “Se kitar 50 persen diberi daging dan sisanya makanan biasa. Itu un tuk menyesuaikan dulu,” ujar nya.

Zaeni menambahkan, elang yang sehat akan memasuki kan - dang rehabilitasi dan jika siap akan dipindahkan ke kandang pe latihan terbang. Namun jika elang memiliki cacat, maka akan disimpan di kandang di s - play edukasi. Waktu yang dibutuhkan hing ga pelepasliaran tak tentu, ter gantung kondisi dari elang itu sendiri.

Menurut Zaeni, ter - da pat tujuh elang yang kecil ke - mungkinan bisa dilepasliarkan. Pasalnya kondisi elang sudang sangat mengkhawatirkan. “Di sini ada Elang Jawa, El - ang Ular dan Elang Rontok. Ke - ma rin ada 31 tapi sudah dilepas tu juh ekor, jadi tinggal 24. Dari ke-24 elang yang ada, tujuh ekor su lit dilepasliarkan,” sebutnya.

Dari tujuh yang sulit di le - pasliarkan ini, terdapat satu ekor elang yang diberi nama To - brin. Elang ini tidak bisa terbang ka rena sayapnya telah di am pu - tasi. Memori elang yang kuat, mem buat burung pemangsa daging ini mengalami trauma saat berhadapan dengan ma nu - sia.

“Yang tak bisa dilepas kami sim pan di kandang display. Biar pe ngunjung yang datang ke sini bi sa tahu kondisi elangnya. Se - ba gai edukasi juga agar tak me - m elihara hewan yang di lin du - ngi,” katanya. Satu pemilik elang, lanjut Za eni, juga telah diproses hu - kum dan mendapat hukuman se lama tiga bulan akibat menyiksa elang.

Fani ferdiansyah


Berita Lainnya...