Edisi 22-11-2015
Dimeriahkan Kirab Alat Musik – Bregodo


Iring-iringan sejumlah musisi jazz dengan alat musik mewarnai kirab pembukaan perhelatan Ngayogjazz 2015 di Desa Budaya Pandowoharjo Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), kemarin.

Memainkan lagu tradisional Gethuk dan Gundhul-Gundhul Pacul , para musisi ini mampu menarik perhatian penonton maupun pengunjung yang ada di sekeliling desa. Tidak ketinggalan pula barisan Bregodo Joyo Yudho serta pejabat tinggi yang mengenakan egrang dan kostum jas maupun peci serba hitam, kian menambah semarak suasana.

Mereka yang berjalan dari Media Center hingga Panggung Sadewa itu, mengajak para penonton maupun pengunjung untuk bersamasama membuka acara. Para musisi jazz ini memainkan terompet dan alat musik tiup bersama-sama. Mengambil tema Bhinneka Tunggal Jazznya, ingin sampaikan pesan bahwa keberagaman yang ada saat ini bukan menjadi pemisah bagi tiap kelompok ataupun insan manusia.

Tetapi justru seperti sebuah kesatuan yang bisa saling melengkapi. Hal inilah yang tercermin dalam spirit yang dimiliki musik jazz. Meskipun beragam musisinya dan gaya bermainnya, namun saat dimainkan bersamaan, bisa menjadi satu spirit yang memunculkan harmonisasi yang indah.

“Lewat Ngayogjazz diharapkan masyarakat Yogyakarta jadi merasa tuan rumah, dan menjadi kebanggaan mengingat banyak event jazz di manamana. Merasa mempunyai Ngayogjazz dan di kemudian hari dan bisa menjadi inspirasi seni lainnya serta jadi wadah regenerasi,” kata penggagas sekaligus penanggung jawab Ngayogjazz Djaduk Ferianto kepada wartawan kemarin.

Sejumlah musisi pun turut mewarnai perhelatan musik yang kesembilan ini. Di antaranya Trie Utami dan Kua Etnika, ESQI:EF (Syaharani and Queenfireworks), Indro Hardjodikoro and Friends, Yuri Jo Collective, Nita Aartsen, Megan O Donoghue with GEMATI, Ina Ladies, Vickay with Roedyanto Emerald BEX, Yuri dan Ganggeng, AbsurdNation, Three Song, Adie Unyil & The Bawor, hingga Indra Aryadi ruang akustik feat Krishna Balagita & Zoltan Renaldi.

Tidak ketinggalan, hadir pula musisi Ketzia & Yusri Dinuth, Dexter Band dan Panjul, Ansambel Musik Grha Kreatif, Hariono S Project, tigasisi I Jazz Concept IDC Ethnic Music, Musikanan, Jalu, Komunitas Suling Bambu Nusantara, Huaton Dixie, Funky Bop, Subkultur Artificial, dan Mlenuk Voice.

Selain itu, perhelatan yang digelar di Dukuh Karang Tanjung dan Karang Kepuh ini juga dimeriahkan dengan kehadiran beragam komunitas jazz lainnya yang juga sudah tidak asing lagi. Seperti Jazz mBen Senen yang terdiri dari Kadjangga, Tricotado, Del Paso Nuevo, F.E.D.A.L., dan The NewBee.

Etawa Jazz Club, Gubuk Jazz Pekanbaru, Pekalongan Jazz Society, Jes Udu Purwokerto seperti Mahamuni dan Jam Session, lalu Jazz Ngisor Ringin Semarang, Solo Jazz Society, Sepanjang Kali Malang, hingga Jogja Blues. “Terima kasih merupakan suatu berkah Pandowoharjo untuk ketiga kalinya diberi kesempatan gelar ajang Ngayogjazz,” kata Kepala Desa Pandowoharjo Catur Sarjumiharta.

SITI ESTUNINGSIH
Yogyakarta

Berita Lainnya...