Edisi 22-11-2015
Dua Warga Malaysia Dibius


KULONPROGO – Dua warga Malaysia, M Syakri dan Amirudin, menjadi korban pembiusan, usai turun dari pesawat di Bandara Adi Sutjipo, Yogyakarta. Keduanya dibuang di sekitar Pantai Glagah, sebelum akhirnya dilarikan ke RSUD Wates.

Musibah ini menimpa kedua korban ketika hendak melakukan bisnis jual-beli pedang samurai dan tokek. Sebelumnya, kedua korban dan M Nur, telah tiba di Kulonprogo dan sempat menginap di Kings Hotel. Lantaran uang untuk transaksi kurang, keduanya pulang ke Malaysia. Saat kembali itulah korban dijemput oleh rekan bisnisnya, yang identitasnya tidak diketahui.

Selepas turun dari pesawat, mereka naik mobil dengan tujuan Kulonprogo. Di dalam mobil itulah keduanya diberi minuman hingga tidak sadarkan diri dan dibuang di Pantai Glagah. Sebelum membuang korban, kawanan pelaku juga mengambil harta benda milik para korbannya.

“Pagi itu ada warga yang menemukan korban di Pantai (Glagah), dan melaporkan ke Polairud sebelum dibawa ke RS Rizki Amalia Medika,” ujar Kapolres Kulonprogo AKBP Yulianto. Karena tidak memiliki alat yang lengkap, kedua korban dirujuk ke RSUD Wates. Saat itu keduanya tidak sadarkan diri.

Setelah sempat dirawat, M Syakri tersadar dan bisa diajak komunikasi. Dari itu diketahui ada M Nur yang masih menginap di Kings Hotel dan langsung diajak ke RSUD Wates. “Kondisinya masih belum stabil, jadi penyelidikan belum bisa maksimal. Apa karena mabuk atau dibius,” ujarnya.

M Syakri mengatakan, Rabu pagi mereka bertiga tiba di Kulonprogo dan menginap di hotel. Saat itu mereka membawa uang 5.000 ringgit. Karenauangkurang, MSyakri dan Amirudin pulang ke Malaysia untuk mengambil lagi uang dan kembali ke Kulonprogo pada Jumat (20/11) pagi. Saat tiba di bandara, mereka dijemput kolega bisnisnya yang diketahui bernama Andika dan pemilik barang Ardi.

Dari sana mereka berangkat ke Cilacap untuk melihat barang yang akan dibeli berupa pedang samurai dan tokek. “Saat pulang dari sana itu kami dibius dengan dikasih air mineral,” ujarnya. Dokter jaga RSUD Wates Lisa Larosma Dewi mengatakan, kedua korban datang dalam kondisi tidak sadarkan diri dan diantar oleh polisi.

Meski begitu, kondisinya cukup baik dari denyut nadi, suhu, dan tekanan darah. Setelah dilakukan pertolongan selama enam jam, mereka mulai sadar. “Kita bersihkan lambung dengan infus,” ungkapnya.

Kuntadi




Berita Lainnya...