Edisi 22-11-2015
Liang Makam Sudah Disiapkan Sejak Permaisuri Wafat


Persiapan pemakaman KGPAA Pakualam IX telah dilakukan para abdi dalem perabot dan warga di sekitar kompleks Astana Girigondo di Desa Kaligintung, Kecamatan Temon, Kulonprogo.

Rencananya almarhum akan dikebumikan di samping kiri makam istrinya, Permaisuri GKBRAy Pakualam IX. Lokasi makam ini sendiri berada di tengah dari kompleks makam keluarga Pakualaman. Salah satu abdi dalem Jajar Mas Dwi Putranto mengatakan begitu mendapat telepon dari Pakualaman, warga langsung melakukan kerja bakti.

Antara lain, membersihkan sekitar kompleks makam. Bahkan sebagian warga langsung menggali calon makam yang berada persis di sisi barat istri Pakualam IX. Sedangkan warga lain membersihkan keranda dan kaki-kaki untuk meletakkan peti jenazah. “Ini bandosa (keranda) kami bersihkan dan cuci,” kata Jajar Mas Dwi Putranto kemarin.

Sebelumnya warga sekitar makam pada Kamis (19/11) malam juga melakukan mujahadah dengan menggelar doa di Masjid Pakualaman yang beada di sisi bawah kompleks makam. Mereka mendoakan agar Pakualam IX diberikan kesehatan dan bisa kembali memimpin warga. “Namun takdir berkata lain,” ucapnya.

Warga sendiri sempat merasakan firasat pada malam Mujahadah tersebut. Banyak ibu merasakan malam itu sangat panjang. Mereka percaya akan ada orang baik yang akan datang ke kompleks ini. Ternyata KGPAA Pakualam yang wafat dan akan dimakamkan di sini. Sementara itu, juru kunci kompleks makam Pakualaman, Mas Lurah Rokhanudin menuturkan liang kubur ini sudah disiapkan jauh-jauh hari.

Setelah permaisuri meninggal, telah dibangun liang yang ada di sisi barat dan bawah. Tepat di sisi barat itulah liang dibuka kembali dengan mengangkat tanahnya. “Sudah dua tahun lalu dipersiapkan, setelah permaisuri berpulang,” sebut Mas Lurah Rokhanudin. Makam Astana Girigondo dibangun pada 1900 pada masa Pakualam V.

Di tempat ini sudah dimakamkan almarhum Pakualam V sampai Pakualam VIII berikut istri dan keluarga besarnya. Namun makam itu berada di puncak atas. Sedangkan untuk makam Pakualam IX berada di sisi tengah di sisi barat. “Makna girigondo adalah tanah yang harum,” imbuhnya.

Rencananya prosesi pemakaman akan diawali dari Masjid Pakualaman. Begitu tiba, jenazah akan disemayamkan di dalam masjid untuk memberikan kesempatan kepada warga yang ingin mensalatkan sebagai tanda penghormatan terakhir kepada almarhum. Selepas itu akan dilakukan upacara pemakaman baik secara kedinasan, maupun tradisi Pakualaman. Kemudian akan digotong oleh para abdi dalem dan bregodo menuju peristirahatan yang terakhir.

Kuntadi


Berita Lainnya...