Edisi 22-11-2015
Membelot, Dua Ketua DPC PAN Dipecat


KLATEN – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Amanat Nasional (PAN) Klaten tak segan-segan mencopot kader yang tidak memperjuangkan kemenangan pasangan calon (paslon) nomor urut 2, One Krisnata-Sunarto (Ok-To).

Bahkan, dua Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) telah dipecat karena memberikan dukungan untuk paslon lain. Ketua DPD PAN Klaten Darmadi mengemukakan, rekomendasi DPP mengusung paslon One Krisnata-Sunarto sebagai calon bupati dan wakil bupati dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Klaten 2015. Pasangan One-Sunarto diusung Koalisi Pelangi (Partai Golkar, PAN, PKB, Partai Demokrat).

PAN, Golkar, dan PKB menjadi partai pengusung sedangkan PKB hanya pendukung. “Sudah ada. Normatifnya (pemberhentian) melalui pleno DPD, kemudian pemberhentian kami ajukan ke Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Jawa Tengah. Yang sudah diberhentikan, Ketua DPC Klaten Utara Paiman dan Ketua DPC Delanggu Haryanto karena dari dulu memang bikin gaduh.

Tidak sesuai dengan rekomendasi dari DPP,” ungkapnya kepada wartawan seusai Konsolidasi Keluarga Besar PAN Klaten untuk pemenangan One-Sunarto di Gedung Pandanaran kompleks RSPD Klaten, kemarin. Darmadi mengatakan, pemberhentian dua Ketua DPC itu dilakukan sekitar akhir Juli lalu.

Paiman dan Haryanto dianggap membelot lantaran tidak mendukung One-Sunarto, tapi justru mendukung paslon lain. Hal itu membuat kondisi politik kurang kondusif, khususnya di Kecamatan Klaten Utara dan Delanggu. “Tapi setelah kami pecat, Klaten Utara dan Delanggu semakin berkembang.

Setelah dipecat langsung dilakukan penggantian oleh partai,” ucapnya. Bendahara DPP PAN Nasrullah menegaskan rekomendasi partai adalah harga mati yang harus diamankan dan diperjuangkan seluruh kader partai berlambang matahari itu. DPP juga mengerahkan seluruh struktural pusat untuk menjadi juru kampanye (jurkam) di daerah yang menggelar pilkada.

“Siapa pun ada kader yang tidak loyal. Tidak jalankan rekomendasi partai, pecat. Itu jelas. Jadi kalau ada informasi kader yang tidak dukung rekomendasi, sangat diharapkan DPD lakukan pemecatan. Disuruh atau tidak disuruh ketika rekomendasi sudah turun ke pasangan One-Sunarto maka kader wajib memenangkan,” tandas Nasrullah.

Dia meminta sisa waktu sekitar 20 hari sebelum masa tenang betul-betul dimanfaatkan para kader untuk sosialisasi dan menggerakkan mesin politik guna pemenangan One- Sunarto. Di samping itu, Nasrullah menekankan agar kader tidak menjual harga diri dan martabat partai dengan meminta- minta proyek kepada kepala daerah terpilih nantinya.

“Saat One-Sunarto meminta rekomendasi ke DPW dan DPP, kami tidak minta serupiah pun. Kami tidak menjual harga diri. Karena itu, kami minta kader-kader juga sejalan. Jangan sekali-kali minta proyek kalau One-Sunarto sudah menjadi bupati. Hanya mengawasi apakah programnya sudah prorakyat dan untuk kesejahteraan rakyat,” tandasnya.

Endah budi karyati


Berita Lainnya...