Edisi 22-11-2015
Puting Beliung Rusak 124 Rumah di Magelang


MAGELANG – Sebanyak 124 rumah warga Dusun Kacetan, Desa Ngargosoko, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang disapu angin puting beliung, Jumat (20/11), sore. Akibatnya, sejumlah rumah mengalami rusak ringan hingga berat.

Warga empat desa, SAR, Banser, Dalmas Polres Magelang, dan warga setempat bergotong- royong memperbaiki atap rumah yang berhamburan disapu angin. Kerugian akibat bencana tersebut, ditaksir mencapai ratusan juta. Angin puting beliung terjadi sekitar pukul 15.30 WIB.

Ketika itu tak terdengar petir maupun gelunduk, tapi tibatiba warga setempat dikejutkan suara gemuruh. Suara gemuruh tersebut disertai asap hitam menggumpal bergerak memutar dari arah timur. Warga yang tinggal di lereng Gunung Sumbing tersebut kemudian berhamburan keluar rumah, tapi ada juga yang tetap bertahan di rumah. Hanya dalam hitungan menit, rumah warga di dusun tersebut, atap dari genting, seng, maupun asbes berhamburan.

Bersamaan itu, baru turun hujan dan listrik padam. Praktis, warga hanya bisa pasrah karena suasana di lereng Gunung Sumbing gelap gulita. “Saya lagi di luar rumah, tibatiba mendengar suara gemuruh. Saya langsung masuk rumah karena cucu ada di dalam sendiri,” papar Darmo, 80, kemarin.

Dia mengaku sejak kecil hingga sekarang tinggal di kampungnya, baru sekali angin puting beliung memorak-porandakan kampung halamannya. Sebanyak 124 rumah mengalami kerusakan, hanya masjid dan rumah tetangganya yang atapnya tidak terbawa angin. “Itu lho (sambil menunjuk) masjid di depan rumahnya yang atapnya tidak terbawa angin.

Kami tidak mengungsi, mau mengungsi ke mana, rumahnya pada rusak. Semalam tetap berada di rumah, meski tidak bisa tidur dan melekan saja,” ungkapnya. Ungkapan senada disampaikan Ny Efendi, 40, warga Dusun Kacetan RT 04/RW 05. Saat kejadian itu dia bersama kedua anaknya, Efendi, 14 dan Riky, 10.

Sementara suaminya, Sumarno, berada di Pasar Kaliangkrik. “Kami mendengar suara gemuruh, mau keluar rumah takut. Karena situasinya gelap dan lisus hanya beberapa menit saja. Begitu sudah mulai reda kami keluar, asbes di teras berhamburan terbawa angin,” papar Ny Efendi, yang kemarin menunggui teras rumahnya diperbaiki relawan.

Pascakejadian angin puting beliung, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) langsung mendirikan dapur umum menggunakan mobil khusus. Selain itu, juga mendirikan posko di masjid dusun setempat untuk memudahkan koordinasi. BPBD juga memberikan dropping air bersih untuk membantu kebutuhan warga.

Berdasarkan pendataan yang dilakukan, rumah yang disapu lisus sebanyak 124 unit, dengan rincian 30 rumah rusak berat, 50 rumah rusak sedang, dan 44 rusak ringan. “Pascakejadian, Pak Lurah (kemarin malam) terus menyampaikan di masjid meminta bantuan warga untuk bergotong-royong membantu memperbaiki rumah Dusun Kacetan, Desa Ngargosoko,” ungkap Iswanto, 45, warga Desa Pengarengan yang berjarak sekitar 1 kilometer.

Seksi Kesra Kecamatan Kaliangkrik, Sudarsono menambahkan, pascakejadian itu warga dari empat desa meliputi Mungsari, Adipura, Pengarengan, dan Mangli bergotongroyong membersihkan puingpuing maupun memperbaiki kembali rumah yang rusak. Adapun total kerugian diperkirakan mencapai Rp200 juta.

“Selain itu, masih dibantu Banser dari Kecamatan Kaliangkrik, Koramil, Polres Magelang, dan yang pasti SAR serta BPBD,” ungkapnya. Kemarin siang, Bupati Magelang Zaenal Arifin setelah menerima laporan kejadian angin puting beliung langsung meninjau lokasi. Bupati juga secara simbolis menyerahkan bantuan berupa beras dan mi instan.

“Kami berharap masyarakat tabah di dalam menghadapi musibah yang menimpa masyarakat desa ini,” katanya saat dampingi Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Sujadi. Sujadi menambahkan, warga masyarakat bersama dengan relawan bergotong-royong memperbaikirumahwargayang rusak.

Dalam waktu dekat, Pemkab Magelang akan segera mengupayakan bantuan. “Kami dari BPBD telah mendirikan posko serta dapur umum. Harapan kami, dengan posko ini kebutuhan masyarakat dapat tercukupi,” ucapnya kemarin.

Eko susanto



Berita Lainnya...