Edisi 22-11-2015
RSUP Sardjito Siap Operasi Pasien Kedua


YOGYAKARTA – Tim dokter RSUP Dr Sardjito Yogyakarta berencana kembali melakukan operasi penyakit hati akut pasien kedua. Rencana ini menyusul kesuksesan mereka melakukan operasi transplantasi atau pencangkokan hati terhadap Adelia Dwi Cahyo, 13 bulan.

Namun, biaya pengobatan yang mencapai miliaran rupiah tidak lagi ditanggung pihak RSUP. Pihak rumah sakit akan secara terbuka kepada siapa pun yang berkenan sebagai donatur untuk menutup biaya operasi. Humas RSUP Dr Sardjito Trisno Heru Nugraha mengatakan, untuk pasien yang kedua ini sudah antre. Sama seperti Adelia, pasien ini berasal dari keluarga kurang mampu.

“Operasi yang kemarin (Adelia) untuk yang pertama kalinya dan berhasil. Pasien yang kedua sudah antre,” ujarnya kemarin. Biaya operasi Adelia mencapai sekitar Rp1,6 miliar. Dengan rincian, Rp176 juta ditanggung oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan sisanya pihak rumah sakit.

Sementara pasien yang kedua nantinya akan dibuka kepada siapa pun yang ingin menyumbang dana. “Operasi yang pertama, kita tidak menggalang biaya apa pun. Untuk yang kedua, juga sama-sama dari keluarga yang tidak mampu. Nanti kemungkinan ada pihak ketiga, siapa pun yangakanmemberibantuankita akan senang,” ungkap Heru.

Mengenai waktu, operasi transplantasi hati yang kedua ini belum ditentukan kapan. Namun, dia menegaskan tindakan medis besar harus segera dilakukan secepatnya. “Karena tidak boleh menunggu terlalu lama. Pasiennya sama-sama anak kecil,” ujarnya.

Ditanya penyakit Adelia, Heru menjawab penyebab utama dari penyakit yang diderita oleh pasien ini masih ideopatik atau secara medis belum bisa diketahui pasti. “Sepertinya belum diketahui secara pasti dan kasusnya langka, 1 per 10.000 kelahiran,” ucapnya. Pencegahannya pun belum ada.

Satu-satunya cara untuk menyelamatkannya hanya dilakukan operasi transplantasi hati. “Kalau tidak dioperasi, bisa fatal,” ujar Heru. Di Indonesia, sepengetahuan Heru, dilakukan tak lebih dari delapan kali. Hasilnya pun tak diketahui apakah berhasil atau tidak. “Di RSCM Jakarta dan di RSUD Kariadi (Semarang) juga pernah,” ucapnya.

Mengenai perkembangan ibunya Adelia, yakni Dwi Purwanti, 33, sebagai pendonor, kondisinya saat ini saat ini sudah cukup membaik usai menjalani operasi, Rabu (11/- 11). “Sudah seperti biasa. Hanya untuk gerak-gerak tertentu saja ada sedikit nyeri. Karena jahitannya di sekitar perut masih belum kering,” ungkap Dwi.

Sama halnya dengan Adelia, buah hatinya tersebut saat ini juga mengalami perkembangan yang cukup baik. Asupan bubur nasi beserta sayuran dimakannya dengan lahap. Meski demikian, mereka belum tahu kapan diperbolehkan pulang oleh pihak rumah sakit.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia Yogya Bambang Suryono mengapresiasi keberhasilan operasi cangkok hati yang dilakukan tim dokter RSUP Dr Sardjito dengan tim dari Kyoto University. Dia berharap ke depan dokter-dokter di Indonesia dapat melakukan operasi transplantasi hati secara mandiri.

Ridho hidayat/ muji barnugroho



Berita Lainnya...