Edisi 22-11-2015
Sleman Tutup 89 Toko Modern


SLEMAN – Pemerintah Kabupaten Sleman akan menutup 89 toko modern karena melanggar aturan Perda Kabupaten Sleman Tahun 18 Tahun 2012 tentang Perizinan Pusat Pembelanjaan dan Toko Modern.

Penutupan toko modern ini karena terbentur aturan jarak 1 kilometer dari pasar tradisional. Pelaksana Harian (Plh) Bupati Kabupaten Sleman Gatot Saptadi mengatakan, pihaknya telah mengeluarkan dispensasi kepada toko berjejaring yang jaraknya telah memenuhi syarat tapi belum melengkapi izin diminta untuk segera melengkapi izin.

Namun, untuk toko yang jaraknya tak memenuhi syarat minimal 1 kilometer dari pasar tradisional dipastikan akan langsung ditindak tegas dengan penutupan. “Sebelumnya kita beri teguran dulu, satu kali, dua minggu kemudian teguran kedua, kalau sampai yang ketiga langsung perintah tutup,” ucapnya kemarin.

Gatot menambahkan, pihaknya masih memberi waktu bagi puluhan toko modern yang jaraknya tak sampai 1 kilometer dari pasar tradisional untuk mau tutup sendiri. Jika sampai akhir 2015 tidak juga tutup, pihaknya akan langsung memerintahkan untuk melakukan tindakan penutupan.

Padahal dari data Dinas Perindagkop Sleman tercatat ada 89 toko modern yang jaraknya kutang dari 1 Kilometer dari pasar tradisional. “Aturannya sudah jelas, 89 toko itu pasti akan ditutup,” katanya. Kepala Seksi Penegakan Perundang-undangan Satpol PP Sleman Rusdi Rais secara terpisah menyampaikan, pihaknya akan menindak toko jejaring di dekat Pasar Gamping karena jaraknya yang dekat dengan pasar tradisional dan sudah cukup lama dikeluhkan pedagang.

Diakui, sejauh ini pihaknya sudah dua kali melakukan pemanggilan kepada pengelola, namun hanya datang sekali. “Kita pastikan segera ditutup, sebelum kita melakukan penutupan kita imbau tokotoko waralaba yang merasa jaraknya kurang dari 1 kilometer dari pasar tradisional untuk tutup sendiri,” ungkapnya.

Selain toko berjejaring di Gamping, pihaknya juga akan menutup toko jejaring di Tajem, Maguwoharjo. Sebab, jaraknya sudah berada di dalam pasar tradisional.

Muji barnugroho

Berita Lainnya...