Edisi 21-12-2015
Pembebasan Lahan Exit Tol Tingkir Rp26 M


SALATIGA - Pemkot Salatiga siap mengalokasikan anggaran pembebasan lahan untuk pembangunan perluasan jalan kawasan exit tol di Tingkir.

Berdasarkan hasil penghitungan anggaran, pembebasan lahan tersebut diestimasikan membutuhkan dana sekitar Rp26 miliar. Kepala Dinas Bina Marga dan PSDA Kota Salatiga Agung Hendratmoko menjelaskan berdasarkan hasil penghitungan luas lahan dibutuhkan untuk membangun jalan tersebut mencapai 26.000 meter persegi. “Estimasi kami, harga tanah yang bakal terkena pembangunan jalan menuju exit tol mencapai Rp1 juta per meterpersegi. Jadi anggaran yang dibutuhkan untuk pembebasan lahan mencapai Rp26 miliar,” katanya, kemarin.

Dia menjelaskan, berdasarkan perencanaan anggaran pembebasan lahan kawasan exit tol tingkir akan dialokasikan pada tahun anggaran 2017. Meski demikian, prosesnya telah dilakukan sejak 2015 ini. “Rencananya sosialisasi pembebasan lahan akan dilakukan pada 2016 nanti,” ucap Agung.

Disinggung mengenai konstruksi jalan menuju exit tol Tingkir, Agung mengatakan, berdasarkan perencanaan medan jalan dibangun dengan konstruksi standar jalan nasional. Nantinya medan jalan dibuat dua lajur dengan empat lajur. “Lebar bagian jalan mencapai 21 meter. Panjang jalan sekitar 2 km,” ucapnya.

Wakil Ketua Panitia Pembebasan Tanah (P2T) Kota Salatiga Tri Priyo Nugroho mengatakan, jalan menuju exit tol harus sesuai dengan konstruksi jalan nasional. Karena itu, Pemkot memiliki kewajiban untuk menyediakan lahan dan membangunan jalan yang representatif di kawasan exit tol. “Jalan di kawasan exit tol harus diperlebar dan konstruksinya juga harus standar nasional agar akses ke luar masuk jalan tol bisa lancar. Untuk itu, pemkot harus menyiapkan anggaran untuk pengadaan tanah dan pembangunan jalan,” katanya.

Sementara itu, rencana pembangunan pintu tol di daerah Waturumpuk, Kauman Kidul, Sidorejo bakal terealisasi. Hingga saat ini, Pemkot Salatiga dan Kementerian Pekerjaan Umum terus berkoordinasi untuk merampungkan pembuatan gambar pintu tol dan jalan exit tol.

Wali Kota Salatiga Yuliyanto menyatakan, selain untuk mempermudah akses masuk ke dalam Kota Salatiga, penambahan pintu tol bertujuan untuk mempermudah para pengguna jalan yang akan masuk ke tol Semarang - Solo dari berbagai daerah di sekitar Kota Salatiga seperti Bringin, dan Pabelan, Kabupaten Semarang. “Yang jelas, agar Salatiga tidak menjadi kota mati,” ucapnya.

angga rosa


Berita Lainnya...