Edisi 09-01-2016
PBNU Dukung Pembahasan GBHN


JAKARTA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan PP Muhammadiyah mendukung upaya Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang akan membahas dikembalikannya Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) dalam Rapat Kerja Nasional I.

Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj mengatakan, GBHN atau yang dalam bahasa PDIP adalah konsep Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PNSB) adalah hal penting dalam menentukan arah pembangunan Indonesia ke depan secara terintegrasi. ”Tadi sudah berdialog banyak sekali mengenai kesamaan visi-misi. Setelah tidak adanya GBHN, tidak jelas, demokrasi kebablasan arahnya ke mana,” kata Said saat bertemu jajaran DPP PDIP di Gedung PBNU, Jakarta, kemarin.

Saat ini, kata Said, ada banyak tantangan yang dihadapi Indonesia seperti Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Hal yang tidak kalah penting, Indonesia juga sedang menghadapi masalah terorisme dan narkoba serta prostitusi online. Karena itu, penting bagi segenap komponen bangsa untuk memperkuat watak dan mental agar tidak tergerus oleh tantangan tersebut.

Termasuk dalam hal ini juga menyiapkan konsep pembangunan yang terencana, sehingga Indonesia bisa mengimbangi dan mengejar kemajuan bangsa-bangsa lain. ”PBNU mendukung gagasan PDIP yang ingin melihat kembali GBHN, UUD 1945, kalau mau amendemen lagi, tidak apa-apa. Kan setelah bertahun- tahun baru keliatan (kelemahannya). PBNU setuju, ingin kembalinya GBHN, MPR jadi majelis tertinggi negara,” ungkapnya.

Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto ditugaskan Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri agar sebelum menggelar Rakernas I terlebih dulu bersilaturahmi dan minta masukan kepada PBNU dan PP Muhammadiyah.

Bagi PDIP, NU punya sejarah panjang dalam perjuangan Indonesia. Karena itu, selain mengundang PBNU untuk hadir dalam Rakernas I, partainya juga sekaligus meminta masukan terkait tema yang dibahas dalam rakernas nanti, yakni ”Mewujudkan Trisakti melalui Pembangunan Nasional Semesta Berencana.”

”Kami mengharapkan kehadiran di Rakernas I dan minta masukan soal pentingnya konsep Pembangunan Nasional Semesta Berencana dan bagaimana kita harus melihat ketidakadilan,” katanya.

rahmat sahid

Berita Lainnya...