Edisi 09-01-2016
Salah Kirim, Rudal AS Berada di Kuba


WASHINGTON– Rudal milik Amerika Serikat (AS) Hellfire berada di Kuba setelah insiden salah kirim yang dilakukan para pejabat militer Washington.

Seperti dilaporkan Wall Street Journal (WSJ), insiden memalukan yang terjadi pada 2014 itu memicu kekhawatiran terungkapnya teknologi militer AS ke negara-negara sekutu Kuba seperti Korea Utara, China, dan Rusia. Para pejabat AS khawatir Kuba mengadopsi teknologi sensor dan teknologi. Namun, mereka tidak menduga Kuba mampu mengembangkan teknologi seperti itu.

Para pejabat AS mencoba untuk mendapatkan kembali misil yang tidak memiliki hulu ledak nuklir. Meski hubungan Havana- Washington sudah membaik, AS belum sukses mendapatkan kembali misil tersebut. “Apakah ada seseorang yang menyuap petugas dan mengirimkan misil ke wilayah lain? Apakah itu bagian dari operasi intelijen atau serangkaian kesalahan? Kita sedang mencoba menyimpulkan itu,” kata salah satu pejabat AS yang tak disebutkan namanya.

Insiden salah kirim rudal merupakan hal yang sangat jarang terjadi. Itu juga terkait sistem pengiriman komersial internasional yang tak memperhatikan barang penting yang dikirim. Menurut para pakar senjata, insiden hilangan Hellfire merupakan kesalahan terburuk dalam dunia teknologi militer.

Menurut Peter Singer, peneliti senior di New America Foundation, beberapa negara asing ingin mengetahui beberapa bagian di Hellfire seperti senor atau teknologi penargetan. Upaya pencurian itu bertujuan untuk melakukan pengembangan dan memperbaharui sistem misil yang dimiliki negara lain. “Yang menjadi perhatian adalah ketika seseorang kini mengetahui bagaimana cara kerja misil itu dan bagaimana mereka merakit ulang dan menjualnya ke pasar terbuka,” kata Singer.

Insiden Hellfire itu berawal dari Bandara Internasional Orlando pada awal 2014. Seharusnya perusahaan senjata Lockheed Martin mengirimkan misil tersebut ke Spanyol untuk digunakan pada latihan militer NATO. Dari Spanyol misil itu seharusnya tiba kembali ke AS dan melalui beberapa perusahaan pengiriman. Para petugas mengetahui misil itu hilang saat di Madrid.

Mereka mendeteksi misil itu diangkut truk yang dioperasikan Air France dan dibawa ke Bandara Charles de Gaulle di Paris dan diangkut ke Kuba. Setibanya di Havana, pejabat Kuba menyita misil tersebut. “Lockheed Martin memberi tahu Departemen Luar Negeri mengenai insiden tersebut setelah menyadari misil itu hilang pada Juni 2014,” tulis WSJ.

Sejak saat itu, Departemen Kehakiman AS menginvestigasi permasalahan tersebut. “Jika misil itu memang sengaja dialihkan ke Havana, insiden itu bisa menjadi pelanggaran Aturan Kontrol Ekspor Senjata dan sanksi hukum terhadap Kuba,” demikian keterangan WSJ.

Juru bicara Lockheed Martin menolak untuk berkomentar mengenai itu. Dia meminta itu ditanyakan kepada para pejabat AS. Sedangkan juru bicara Departemen Luar Negeri AS John Kirby mengatakan, lembaga dibatasi aturan federal. Dikutip BBC, seorang pejabat AS, yang meminta identitasnya tidak disebutkan, mengonfirmasi laporan kehilangan rudal itu.

Hellfire adalah rudal yang dipandu laser dan dilesatkan dari darat ke udara. Rudal tersebut dapat dipasang di helikopter atau pesawat nirawak. Misil itu juga menjadi senjata yang penting bagi AS dalam kampanye antiterorisme.

ananda naraya

Berita Lainnya...