Edisi 09-01-2016
Hujan Abu Guyur Malang, Bandara Ditutup Lagi


MALANG – Hujan abu vulkanik Gunung Bromo kembali mengguyur seluruh wilayah Kota Malang, Jawa Timur, kemarin. Aktivitas di Bandara Abdulrachman Saleh Malang kembali ditutup hingga hari ini.

Kepala UPT Bandara Abdulrachman Saleh Malang Suharno menyatakan, penutupan tersebut kembali dilakukan karena abu mengarah ke barat sehingga dikhawatirkan mengganggu keselamatan penerbangan. ”Saat ini total sudah lima hari operasional bandara ditutup. Dari penutupan selama lima hari ini, ada 45 penerbangan yang dibatalkan,” ujar Suharno.

Distrik Manajer Sriwijaya Air Malang M Yusri Hansyah menyebutkan, dalam lima hari penutupan bandara, ada 550 penumpangnya yang membatalkan penerbangan dari Malang. ”Sejak terjadi penutupan Bandara Abdulrachman Saleh, kami mengambil kebijakan mengalihkannya ke Bandara Juanda agar layanan dapat tetap berjalan,” terangnya.

Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indarparawansa di sela-sela kunjungannya ke Kota Malang menyatakan, pihaknya sudah meninjau langsung kondisi Gunung Bromo. Saat ini masyarakat belum membutuhkan tempat pengungsian. Namun, Kementerian Sosial siap siaga apabila dibutuhkan.

”Tugas Kementrian Sosial adalah melakukan penanganan saat terjadi kedaruratan. Saat ini, apabila terjadi kondisi darurat, semua perangkat sudah disiagakan, termasuk keberadaan dapur umum lapangan milik Kementrian Sosial, BNPB, TNI, dan Polri,” tegas Khofifah.

Mensos benar. Dampak erupsi Bromo memang belum mengharuskan pemerintah menyiapkan pengungsian. Namun, guyuran abu vulkaniknya tetap mengganggu masyarakat, terutama yang memiliki aktivitas di luar rumah. Setidaknya itu dirasakan Margo Gati, 39, warga Singosari, Kabupaten Malang.

Saat berangkat ke kantor sekitar pukul 07.30 WIB kemarin, dia mengaku matanya terasa pedih saat bersepeda motor. ”Saya pikir tadi hanya kelilipan debu biasa. Tetapi, debunya terasa terus masuk ke mata,” ungkapnya.

yuswantoro




Berita Lainnya...