Edisi 09-01-2016
Suramadu Gratis, Pengusaha Kapal Merugi


SURABAYA – Keinginan Gubernur Jawa Timur (Jatim) Soekarwo menggratiskan Jembatan Suramadu membuat pengusaha-pengusaha kapal semakin merana.

Mereka bersiap ekspansi ke luar Jawa karena kerugian yang dialami setelah Jembatan Suramadu beroperasi mencapai Rp8 miliar per tahun. Jumlah kerugian itu diketahui dua tahun lalu, namun kerugian saat ini (yang terbaru) masih belum diketahui. Kerugian itu dialami PT ASDP dalam setiap laporan tahunan yang diungkapkan kepada Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap) Jawa Timur.

Dari dua kapal yang dimiliki ASDP, kerugiannya mencapai Rp8 miliar. Setiap kapal rata-rata merugi hingga Rp4 miliar. Kerugian itu muncul karena pemilik kapal harus mengeluarkan biaya perawatan kapal yang sangat tinggi mulai sertifikasi, pengawasan kapal, operasi kapal, dan kapal berhenti.

”Coba pemerintah mengerti kondisi ini. Setelah Suramadu beroperasi, salah satu perusahaan anggota kami menyampaikan kerugiannya mencapai Rp8 miliar. Kerugian itu diketahui dari ASDP. Mereka selalu mengeluh karena laporannya selalu rugi,” kata Ketua DPD Gapasdap Jawa Timur Khoiri Soetomo kemarin.

Sementara itu, GM PT ASDP Elvi Yosa mengatakan, penggratisan masuk Jembatan Suramadu bakal memiliki dampak sangat besar terhadap pengusaha-pengusaha perkapalan. Jika pemerintah benarbenar menggratiskan, sebaiknya penyeberangan Surabaya- Madura ditutup, sementara pengusaha perkapalan akan mencari lokasi penyeberangan yang lebih baik. ”Kalau digratiskan, lebih baik ditutup penyeberangan Surabaya- Madura. Itu dampaknya sangat besar bagi kita,” katanya.

Namun, Elvi mengaku masih menunggu kebijakan yang dikeluarkan pemerintah. Sikap ini dilakukan untuk menentukan apakah masih bertahan di Surabaya atau mencari lokasi bisnis perkalangan yang lebih baik.

arief ardliyanto




Berita Lainnya...