Edisi 09-01-2016
Jalur Khusus Sepeda di Depok Diresmikan


DEPOK – Jalur sepeda di Depok mulai diresmikan kemarin. Peresmian lajur sepeda dimeriahkan sekitar 300 pesepeda. Tampak beberapa pejabat dari unsur muspida Kota Depok, Polresta, Dandim, dan warga antusias melintas di jalur sepeda.

Jalur sepeda itu dibangun di sepanjang Jalan Margonda dengan dana Rp172 juta. Margonda akan dijadikan area bebas kendaraan bermotor (car free day) setiap Minggu. Kapolresta Depok Kombes Pol Dwiyono mengatakan, pihaknya akan mengerahkan Satlantas yang bekerja sama dengan Satpol PP Kota Depok untuk menegakkan peraturan terkait lajur sepeda tersebut.

Lajur khusus ini diharapkan bisa memfasilitasi para pengguna sepeda dan warga yang merasa sering terjebak kemacetan, terutama di Margonda. ”Kalau ada yang melanggar, kita akan proses. Ini sematamata untuk memberikan pelayanan jalan raya yang layak untuk semua pihak yang telah ditata Pemkot Depok,” katanya kemarin.

Sebelumnya komunitas sepeda Gober Kota Depok merasa pembuatan jalur itu dipaksakan karena hanya dibuat menggunakan garis pembatas dan gambar sepeda. Akibatnya, masih banyak kendaraan yang diparkir di lajur sepeda. Beberapa hari lalu, di depan Balai Kota Depok bahkan masih banyak kendaraan yang parkir di jalur sepeda.

Wali Kota Depok Nur Mahmudi Ismail menuturkan, pihaknya akan memberikan sanksi kepada pemilik mobil atau sepeda motor apabila memarkirkan kendaraannya di lajur sepeda. ”Kami sudah berkoordinasi dengan Dishub Kota Depok dan Satlantas Polresta Depok untuk memproses siapa saja yang memarkirkan kendaraannya di lajur sepeda,” tegasnya.

Jalur sepeda memiliki lebar 1,5 meter di setiap ruas. Tahap I jalur ini yaitu sepanjang Jalan Siliwangi-Ramanda sudah diselesaikan. Tahap II Balai Kota Depok-Juanda juga telah rampung. Tahap III sepanjang Juanda-Ujung Margonda. ”Segmen III baru selesai di sisi barat. Sedangkan sisi timur sedang dalam proses karena cuaca sedang tidak mendukung,” kata Kabid Jalan Lingkungan Bimasda Kota Depok Hardiman.


Jalur ini hanya bisa dilalui pengguna sepeda. Pembuatan jalur ini berdasarkan aturan bahwa setiap daerah harus memiliki kriteria right of way (RoW) atau ruang milik jalan selebar 32 meter, termasuk trotoar dan drainase. Margonda sebagai jalan protokol harus dilengkapi fasilitas jalan.

”Di antaranya jalan untuk kaum difabel dan lajur sepeda,” sebutnya. Menurutnya, cat yang digunakan sebagai pembatas bukan cat biasa. Cat yang digunakan itu tahan terhadap panas maupun hujan.

r ratna purnama

Berita Lainnya...