Edisi 09-01-2016
Ngaku Bawa Bom di Bandara, Warga Tangerang Ditangkap


SLEMAN – Pemberitaan sejumlah calon penumpang pesawat terpaksa diamankan kepolisian akibat candaan bom ternyata belum menjadi pembelajaran masyarakat.

Kemarin, seorang nenek terpaksa diamankan petugas keamanan atau Aviation Security (Avsec) Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta lantaran mengaku membawa bom di dalam tasnya. Nenek yang diamankan adalah Latifa, 59, warga Taman Mangu Indah E.7/11 Pondok Aren, Tangerang, Banten.

Yang bersangkutan ialah calon penumpang Lion JT 565 rute Yogyakarta- Jakarta dan mengaku kepada petugas membawa bom saat pemeriksaan di secdoor Terminal A, Bandara Adisutjipto. Latifa diamankan karena dianggap dapat mengganggu keselamatan penerbangan sebagaimana diatur dalam Undang- Undang (UU) No 1/2009 tentang Penerbangan.

Selain itu, sebagai implementasi dari Peraturan Menteri Perhubungan No 127/2015 tentang program keamanan penerbangan nasional. Untuk proses lebih lanjut, Latifa diserahkan ke POM AU sebelum dilimpahkan ke kepolisian mengingat dia adalah warga sipil. General Manager (GM) PT Angkasa Pura (AP) I Yogyakarta Agus Pandu Purnama mengatakan, pengamanan itu sudah sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).

Terutama yang menyangkut keselamatan penerbangan. Di antaranya, pemeriksaan ketat kepada penumpang. Untuk pemeriksaan ini melalui tiga tahap. Pertama pemeriksaan umum; kedua pemeriksaan terhadap barang-barang yang akan dibawa ke kabin, termasuk semua barang terbuat dari unsur logam seperti ikat pinggang, jaket, dan jam tangan.

Untuk pemeriksaan, lanjut dia, barang-barang itu harus dilepas dan ketiga pemeriksaan body search. Setelah lolos dari pemeriksaan ini penumpang baru boleh ke ruang tunggu terminal keberangkatan. “Saat pemeriksaan inilah penumpang itu mengaku bawa bom. Petugas pun segera menindaklanjuti dengan melakukan pemeriksaan lebih lanjut,” kata Agus saat memberikan keterangan pengamanan calon penumpang akibat mengaku membawa bom di Kantor AP I Yogyakarta, kemarin.

Agus menuturkan, kejadian itu terjadi pada pukul 07.15 WIB. Dari pengakuan calon penumpang, dia mengatakan membawa bom karena kesal. Sebab di bandara banyak pemeriksaan mulai dari sebelum menuju ruang tunggu dan keberangkatan. Hanya, sesuai aturan yang berlaku, ungkap dia, entah informasi itu benar atau tidak, tapi karena dianggap akan mengganggu keselamatan penerbangan, petugas langsung melakukan pemeriksaan.

Bahkan menjatuhkan sanksi. Sementara itu, General Affair & Communication Section Head PT AP 1 Yogyakarta Edwin Wibowo menambahkan, untuk masalah keamanan bandara, pihaknya juga melakukan inspeksi fisik dan fasilitas umum.

Satu di antaranya memeriksa semua kendaraan yang masuk dan barang-barang di kargo, mengoptimalkan CCTV serta menambah sarana dan prasarana keamanan di bandara.

priyo setyawan

Berita Lainnya...