Edisi 23-01-2016
Hanya 16 PTN Siap Gelar SBMPTN Metode CBT


JAKARTA – Tahun ini seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN) computer based test (CBT) akan dilaksanakan. Namun dari 78 perguruan tinggi negeri (PTN), baru 16 saja yang menyatakan siap.

Ketua Panitia SNMPTNSBMPTN 2016 Rochmat Wahab mengatakan, pada verifikasi tahap awal memang hanya ada 16 PTN yang menyatakan siap menjalankan SBMPTN CBT. Kesiapan infrastruktur seperti komputer, jaringan, genset, dan sumber daya manusia menjadi dasar pertimbangan panitia untuk menunjuk ke-16 PTN itu sebagai lokasi ujian berbasis komputer.

”Ya, tahun ini memang akan kita mulai. Sosialisasi sudah sejak tahun lalu, namun baru ada 16 PTN yang siap melaksanakan CBT,” tandas Rochmat kepada KORAN SINDO kemarin. Rektor Universitas Negeri Yogyakarta ini mengaku tidak bisa melansir nama ke-16 PTN itu karena ada unsur kerahasiaan. Namun, dia mencontohkan kampus yang dipimpinnya termasuk dalam 16 PTN yang dinyatakan siap.

Pasalnya, UNY sebelumnya sudah pernah ditunjuk sebagai lokasi uji pendidikan profesi guru dan tes calon pegawai negeri sipil. Kedua tes tersebut, terangnya, sudah terkomputerisasi. PTN yang akan ditunjuk bisa jadi karena sudah pernah menjadi lokasi tes PPG dan CPNS itu. Namun, menurut dia, jumlah PTN itu masih sementara karena panitia masih melakukan verifikasi.

Dia merujuk universitas baru di Gorontalo. Kemungkinan besar akan ditunjuk karena sudah ada kesiapan infrastruktur. ”Kami telah bekerja sama dengan PT Telkom, Bank Mandiri, dan Bank BNI dalam penyelenggaraan SBMPTN. Panitia juga mendapat jaminan bahwa sekolah dan siswa yang berasal dari daerah dengan keterbatasan akses dapat menggunakan jasa outlet Plasa Telkom setempat untuk membantu pendaftaran online ,” paparnya.

Rochmat menuturkan, SBMPTN CBT mulai diterapkan tahun ini untuk meminimalisasi kecurangan dan memperkecil celah mahasiswa senior menjadi joki. Meski dia mengungkapkan panitia sudah memiliki sistem deteksi kecurangan yang bagus sejak tahuntahun sebelumnya, CBT bisa menjadikan seleksi bersama ini semakin kredibel dalam memilih siswa berprestasi dan mampu menyelesaikan kuliahnya sesuai jadwal.

Pengumuman peserta lolos SBMPTN CBT tidak langsung setelah ujian selesai. Meski berbasis komputer, ujarnya, namun pengumuman dilakukan serentak pada 28 Juni. Siswa yang berminat mengikuti SBMPTN CBT bisa mendaftar pada 25 April-29 Mei. Ujiannya berlangsung pada 28, 29, dan 30 Mei. ”Jadi, peserta bisa memilih mau ikut SBMPTN CBT atau ujian tertulis. Siswa yang sebelumnya mengikuti UN (ujian nasional) CBT pasti sudah terbiasa dengan SBMPTN CBT,” paparnya.

Terdapat tiga tahap untuk masuk PTN, yakni SBMPTN, SNMPTN, dan seleksi mandiri. SNMPTN merupakan seleksi masuk berdasarkan hasil penelusuran prestasi akademik calon mahasiswa dengan kuota mencapai 40%, sedangkan SBMPTN memiliki kuota 30% dan seleksi mandiri memiliki kuota penerimaan maksimum 30%.

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek- Dikti) M Nasir mengatakan, SBMPTN CBT tidak akan dijadikan proyek baru, sebab pemerintah mengamanatkan panitia memilih PTN yang sudah siap dari segi infrastrukturnya. ”SBMPTN CBT ini bukan jadi ajang investasi baru. Ini masalah efisiensi sehingga kampus yang infrastrukturnya siap saja yang akan dipilih jadi lokasi ujian,” tandasnya.

Mantan rektor Universitas Diponegoro ini ingin panitia memperhatikan konektivitas jaringandi kawasan terpencil terutama di Maluku, MalukuUtara, Papua, dan Papua Barat. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kemenkominfo yang bertanggung jawab atas kabellautdanTelkom agar bisa berkontribusi dengan baik dalam penerimaan mahasiswa baru ini.

neneng zubaidah


Berita Lainnya...