Edisi 31-01-2016
Dorong Pertumbuhan Ekosistem Digital


Perkembangan jaringan internet di Indonesia memang belum sebaik di negara-negara lain. Kendati begitu, perkembangan internet di Indonesia telah memberikan efek positif yang cukup signifikan bagi pertumbuhan ekonomi di Tanah Air. Terutama melalui perkembangan ekosistem digital.

4G adalah singkatan dari istilah dalam bahasa Inggris: fourth-generation technology. Istilah ini umumnya mengacu pada standar generasi keempat dari teknologi telepon seluler. 4G merupakan pengembangan dari teknologi 3G dan 2G. Sistem 4G menyediakan jaringan pita lebar ultra untuk berbagai perlengkapan elektronik semisal telepon pintar dan laptop yang menggunakan modem USB.

Ada dua kandidat standar untuk 4G yang dikomersialkan di dunia, yaitu standar WiMAX (Korea Selatan sejak 2006) dan standar long term evolution (LTE) (Swedia sejak 2009). Di Indonesia, WiMAX pertama kali diluncurkan oleh PT FirstMedia dengan merek dagang Sitra WiMAX sejak Juni 2010. Teknologi LTE pertama kali diluncurkan oleh PT Internux dengan merek dagang Bolt Super 4G LTE sejak 14 November 2013.

Pada saat ini, semua provider telekomunikasi di Indonesia sudah menyediakan layanan ini karena layanan 4G dianggap sebagai layanan yang mendukung gaya hidup masyarakat Indonesia. Pemerintah sudah memberikan lisensi kepada para operator untuk dapat menyelenggarakan layanan teknologi 4G-LTE secara komersial, baik untuk frekuensi 900 MHz maupun 1800 MHz.

Vice President Corporate Communication XL Axiata, Turina Farouk, mengatakan jaringan teknologi 4G merupakan tahapan lanjut atau evolusi dari teknologi sebelumnya. Keistimewaan jaringan 4G di antaranya adalah memberikan kecepatan data hingga maksimum 100 Mbps atau 15 kali lebih tinggi daripada kecepatan di jaringan 3G. ”Experience pelanggan untuk akses data atau internet berkecepatan tinggi akan jauh lebih menyenangkan,” jelasnya.

Ada beberapa hal yang sudah dilakukan XL atas penyediaan layanan 4G, di antaranya modernisasi dan transformasi jaringan untuk memastikan seluruh jaringan XL siap mengaplikasikan teknologi 4G-LTE, termasuk perluasan jaringan fiber optic . XL juga sudah menggandeng berbagai mitra baik para pengembang aplikasi, penyedia perangkat ponsel 4G maupun stake holder lainnya untuk mendorong perkembangan ekosistem pemanfaatan teknologi 4G-LTE bagi masyarakat.

Di tempat terpisah, Division Head Public Relations Indosat Ooredoo, Adrian Prasanta, mengatakan pihaknya sangat siap menghadirkan layanan 4G di Indonesia. Layanan 4Gplus Indosat Ooredoo telah tersedia di 27 kota di seluruh Indonesia dan akan disusul 14 kota lainnya. Pada saat diluncurkan, sebanyak 40 juta orang di Indonesia sudah dapat menikmati layanan 4Gplus dan Indosat Ooredoo berkomitmen untuk menjangkau 5 juta orang lagi setiap bulan sepanjang 2016.

Menurut Adrian, target ini realistis mengingat tren media sosial dan digital yang telah menjangkau hampir semua lapisan masyarakat dan segenap aspek kehidupan. ”Masyarakat Indonesia memang membutuhkan layanan ini dan tren ini akan semakin meningkat seiring dengan berkembangnya ekosistem digital itu sendiri di Indonesia,” urainya.

Indosat Ooredoo dan XL Axiata telah mengumumkan kerja sama jaringan untuk 4G LTE melalui multi-operator radio access network (MORAN). Kedua operator akan menggunakan jaringan LTE yang sama di beberapa daerah seperti Banyumas, Surakarta, Batam, dan Banjarmasin serta berencana memperluas kerja sama ini untuk beberapa kota lain guna mendukung agenda ekonomi digital di Indonesia.

Kerja sama jaringan atau lebih dikenal dengan istilah network sharing sudah diimplementasikan di beberapa negara maju yang memungkinkan para operator untuk memberikan jangkauan jaringan lebih luas dan pelayanan lebih baik. Kerja sama Indosat Ooredoo dan XL Axiata adalah proyek network sharing LTE pertama di Indonesia.

Pada tahap awal, network sharing yang dilakukan baru terbatas pada radio access network. Indosat Ooredoo dan XL Axiata berkomitmen melanjutkan kerja sama ini. Dengan dukungan pemerintah, mereka berharap kerja sama ini dapat diperluas menjadi core network sharing . Hal tersebut dapat meningkatkan aspek pelayanan dengan kecepatan data tinggi sekaligus menghemat biaya operasional.

Sementara itu, Smartfren sebagai operator 4G LTE Advanced di Indonesia juga terus mengembangkan jaringan 4G LTEnya. Hingga akhir 2015, layanan Smartfren 4G LTE sudah dapat dinikmati di 85 kota di seluruh Indonesia. Pengembangan jaringan 4G LTE ini merupakan komitmen Smartfren untuk terus mempercepat penetrasi penggunaan layanan 4G LTE di tengah masyarakat.

VP Special Project Network SmartFren, Munir, mengatakan dalam pengembangan jaringan 4G LTE, Smartfren menggandeng ZTE dan Nokia sebagai infrastructure partner. Nokia saat ini menggarap pembangunan BTS 4G LTE di Indonesia bagian barat yang meliputi Jabodetabek, Jawa Barat, dan Sumatera. ”Sementara ZTE mengembangkan infrastruktur 4G Smartfren di wilayah timur Indonesia meliputi Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali Lombok, Kalimantan dan Sulawesi,” sebutnya.

Hermansah