Edisi 31-01-2016
Mencicipi Olahan Siput Khas Kepri


Kota Batam di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) identik dengan sajian berlabel gonggong. Tak mengherankan karena bahan baku berupa hewan laut sejenis siput itu memang hanya hidup di perairan Kepri. Seperti apa cita rasanya?

Di Batam, seafood masih menjadi menu andalan. Tengok saja restoran ataupun rumah makan yang ada di sana, banyak sekali yang menjajakan sajian berbahan dasar hewan laut itu. Menu yang khas antara lain stim ikan, udang goreng, dan tentu saja gonggong. Gonggong merupakan hewan sejenis siput yang hidup di laut sekitar Kepri dan menjadi makanan khas provinsi kepulauan itu.

Hewan unik ini memiliki warna cangkang putih kekuningan. Dagingnya lebih lembut daripada siput dan tidak berlendir. Cara menyantapnya adalah dengan mengeluarkan daging gonggong dari cangkangnya menggunakan tusuk gigi. Gonggong bisa disajikan hanya dengan direbus, lalu disantap ditemani saus sambal.

Olahan menu yang sederhana, namun rasanya istimewa. ”Ada juga menu yang namanya gonggong saus. Tapi, yang direbus lebih disukai masyarakat,” kata Tek Yang, pemilik restoran Golden Prawn, di Kota Batam. Tekstur gonggong yang kenyal dan berasa gurih sepintas mirip dengan cita rasa sotong atau cumi.

Kalau disantap dengan saus sambal khas Kepri, rasanya menjadi semakin nikmat. Apalagi bila bahan baku yang digunakan berasal dari gonggong yang masih hidup. Di Batam tentu tak sulit menemukan rumah makan yang menyajikan gonggong atau hidangan seafood pada umumnya.

Satu dari banyak rumah makan itu adalah Golden Prawn, yang termasuk restoran tertua di kota yang dikelilingi oleh Selat Singapura dan Selat Malaka itu. Dirintis sejak 1993, restoran ini mengusung tema life seafood karena menyajikan olahan hewan laut yang benarbenar segar. ”Kami menyediakan semua jenis seafood yang masih hidup,” ujar Tek Yang.

Golden Prawn memiliki menu andalan stim ikan. Terdapat dua pilihan stim ikan di sini yaitu stim Hong Kong dan stim jahe. Menurut Tek Yang, ikan stim jahe merupakan menu favorit para turis yang datang ke Batam. Pasalnya, rasa ikan benar-benar gurih dan segar serta dimasak dengan cara dikukus.

Berbahan dasar ikan kakap merah dengan ukuran sedang yang segar, menu satu ini sungguh menggugah selera. Dari tampilannya yang berwarna-warni saja sudah membuat air liur menetes. Soal rasanya, jangan diragukan lagi. Menggunakan rempah bawang putih, jahe, dan ditaburi bumbu khas racikan keluarga, daging kakap merah yang fresh itu akan terasa manis dan lembut di lidah.

Semakin mantap rasanya kalau dimakan bersama nasi putih hangat. Rasa jahe yang hangat juga akan tercicip di lidah. Selain stim ikan, restoran ini juga menyediakan olahan lobster. Hewan yang termasuk dalam keluarga udang-udangan ini terkenal akan dagingnya yang lembut dan gurih.

Dimasak dengan bumbu apa pun, lobster akan selalu menjadi hidangan eksklusif dan nikmat. Apalagi jika bahan baku yang digunakan segar. Tak perlu bumbu macam-macam untuk mengeluarkan kelezatannya. Seperti lobster goreng mayones.

Udang berukuran besar itu dipotong kecil-kecil, lalu digoreng menggunakan bumbu sederhana. Setelah matang dan berwarna cokelat keemasan, daging lobster goreng tersebut diberi saus yang mirip mayones dan bercita rasa asammanis. Sungguh perpaduan rasa yang sempurna dan bikin ketagihan.

Egi dwitasari