Edisi 31-01-2016
Prasetyo Harus Jelaskan Kondisi Internal Kejagung


JAKARTA – Jaksa Agung HM Prasetyo diminta segera menjelaskan kondisi internal Kejaksaan Agung (Kejagung), terutama terkait kasus pengunduran diri Wakil Jaksa Agung Andhi Nirwanto.

Apalagi, banyak spekulasi bahwa mundurnya Andhi tersebut karena ketidakharmonisan dengan jaksa agung yang cenderung lebih banyak melakukan langkah politik dibandingkan hukum. Anggota Komisi III DPR dari Fraksi Gerindra, Supratman Andi Agtas mengatakan, mundurnya wakil jaksa agung menambah spekulasi di tengah tajamnya sorotan publik kepada institusi Kejagung terkait dugaan politisasi penanganan perkara .

”Ini menimbulkan spekulasi baru. Salah satunya yaitu bahwa ada ketidakharmonisan antara jaksa agung dengan wakilnya. Karena itu, keduanya harus menjelaskan apa sebenarnya yang terjadi,” ujar Supratman kepada KORAN SINDO kemarin. Supratman mengatakan, pada rapat dengar pendapat antara pimpinan Kejagung dan Komisi III beberapa waktu lalu telah dipertanyakan kasuskasus di lembaga tersebut yang kini menjadi sorotan publik.

Tidak berselang lama, kata dia, Andhi Nirwanto memutuskan mengundurkan diri sehingga itu memicu banyak pertanyaan. Di tengah sorotan terhadap kinerja Kejagung, Andhi Nirwanto secara mengejutkan menyatakan pensiun dini dari instansi tersebut pada Jumat (29/1). Meski masa jabatannya baru akan berakhir 31 Januari 2016, Andhi sebenarnya masih memiliki kesempatan selama dua tahun ke depan untuk berkarier di Korps Adhyaksa itu.

Kontan saja, langkah yang diambil Andhi tersebut menimbulkan berbagai pertanyaan. Anggota Komisi III dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani menjelaskan, langkah wakil jaksa agung pensiun dini merupakan hal yang wajar. Pasalnya, banyak pejabat eselon I di lingkungan Kejagung yang melakukan hal yang sama.

”Kalau soal apakah ada faktor- faktor lain, tentu yang bisa menjawab adalah Andhi sendiri,” jelasnya. Pengamat hukum pidana Universitas Trisakti Abdul Fickar Hadjar mengatakan, spekulasi bahwa ada ketidakharmonisan antara jaksa agung dengan wakilnya yang menyebabkan Andhi memutuskan pensiun dini sulit untuk dinilai. ”Sulit menilai itu karena sudah menyangkut ranah pribadi seseorang.

Kalau ingin menilai, harus ada indikatornya, tapi sekarang indikatornya apa?” ujarnya kemarin. Namun, jika fokusnya adalah kinerja Prasetyo dalam menangani perkara, dia menilai prestasi Kejagung di bawah kendali mantan politikus Partai NasDem tersebut memang tergolong buruk.

Hasyim ashari