Edisi 31-01-2016
Gabungkan Pesawat dan Kapal


Saat satu bentuk sarana transportasi saja tidak cukup, mengapa tidak melakukan perjalanan dengan kendaraan yang seperti pesawat, kapal, dan hovercraft sekaligus.

Disebut sebagai transportasi masa depan, kendaraan yang disebut FlyShip itu menggunakan teknologi yang mampu melayang beberapa meter di atas permukaan air dan mampu mencapai kecepatan hingga lebih dari 250 kilometer per jam.

Meskipun desain kendaraan ini masih dalam tahap awal produksi, tim insinyur Jerman yang menggagas konsep ini yakin penemuan mereka akan merevolusi cara manusia melakukan perjalanan melintasi laut dan dapat digunakan untuk membantu menghentikan perompakan.

”Penggabungan futuristik ini dapat digunakan sebagai kendaraan transportasi maritim untuk mengangkut kargo, tapi juga dapat digunakan sebagai transportasi penumpang komersial dan dapat digunakan sebagai kendaraan respons cepat bagi penjaga pantai,” papar pernyataan perusahaan iDS di Hamburg, Jerman, yang mendesain kendaraan masa depan tersebut.

Lantaran kendaraan ini mampu mengangkut kargo maritim dengan kecepatan lebih 250 kilometer per jam, maka kendaraan ini lebih cepat dibandingkan menggunakan kapal kontainer yang biasanya hanya mencapai kecepatan 25 knot atau sekitar 74 kilometer per jam. Dibandingkan terbang dengan pesawat, kapal ini juga lebih murah.

Menurut pakar penerbangan di FlyShip, biaya rata-rata pembuatan pesawat Airbus A318 yang digunakan oleh British Airways sekitar USD71 juta. Jika dibandingkan, FlyShip FS-100 hanya dibanderol dengan harga USD37 juta. Sesuai desain, FlyShip dapat mengangkut 100 penumpang dengan ruangan kabin seluas 140 meter persegi, dengan panjang kabin 37 meter dan panjang sayap 40 meter.

Pesawat itu juga dapat mengambang di atas tanah dan air dengan menciptakan gelombang udara di bawah sayapnya dan mengangkat kendaraan di atas permukaan tanah atau air. Pada hovercraft, kondisi ini dihasilkan oleh kipas besar di tengah kendaraan yang menciptakan aliran udara sangat besar di bawah kendaraan.

FlyShip dapat dioperasikan hanya dengan tiga anggota kru di kabin dan mengonsumsi bahan bakar 270 liter per jam, dibandingkan dengan pesawat yang mengonsumsi hingga 3.300 liter per jam. ”Daripada menggunakan hembusan udara statis di bawah lambung dan sayap, FlyShip memanfaatkan fisika efek permukaan tanah atau air,” papar Daniel Schindler dari FlyShip.

”Kendaraan kami bergerak di atas bantalan udara dinamis yang dihasilkan aliran udara di bawah sayap delta terbalik, hingga mengangkat bagian lambung badan,” ujar Schindler, dikutip Daily Mail . ”Sebagai bantuan mengangkat, kami mengembangkan bantalan udara sementara yang dihasilkan dengan sejumlah aliran udara dari baling-baling yang diarahkan ke ruang tersembunyi yang terletak antara lambung kendaraan,” papar Schindler.

Sebelumnya, ada pula kendaraan yang menggabungkan antara sepeda motor dan jetski yang disebut Biski. Kendaraan ala pahlawan super ini merupakan hasil kreasi perusahaan Gibbs Sports Amphibians Inc. Biski pun tampak sangat menyenangkan saat diuji langsung di atas laut.

Biski ditenagai oleh mesin dua silinder yang menghasilkan 55 tenaga kuda dan dapat menggerakkan mesin hingga mencapai 80 mil per jam di tanah dan 37 mil per jam di air. Jika Anda sangat suka melakukan perjalanan di tepi pantai dan merasa harus terjun ke air, maka Biski menjadi kendaraan yang cocok untuk Anda.

Perubahan dari sepeda motor menjadi jetski membutuhkan waktu lima detik dengan menarik roda dan menghasilkan semburan air jet. Anda pun langsung dapat beraksi di air. Kendaraan mereka ditenagai dengan mesin K1300 BMW Motorrad. Saat berada di air, mesin BMW ini digabungkan dengan sistem pendorong jet air yang telah dipatenkan GIBBS. Kinerja mesin ini sangat luar biasa dan nyaman.

Ditambahkan lagi dengan bodi kendaraan yang terbuat dari komposit ringan dengan pusat gravitasi yang rendah, sehingga Biski tetap stabil saat dikendarai di air dan darat. Dengan desain yang futuristik, Biski memberikan jaminan pengendalian yang responsif saat berada di air dan darat. Keseluruhan desain dirancang agar dapat hidrodinamis saat berada di permukaan air.

Unit jet Gibbs sangat ringan dan lebih ramping dibandingkan jet air pada umumnya. Kemampuan mesin jet airnya pun sangat dapat diandalkan saat berada di air, baik dalam kecepatan rendah atau tinggi. Untuk sistem roda, Biski memiliki suspensi yang sangat nyaman saat dikendarai di darat dan dapat ditarik ke atas saat berada di permukaan air.

Perubahan mode dari kendaraan darat menjadi kendaraan air pun hanya dilakukan dengan menekan satu tombol dan perubahan terjadi dalam beberapa detik saja. Biski diproduksi dengan berbagai warna yang Anda inginkan. Untuk harga, Bibbs memang tidak mengumumkan secara terbuka.

Meski demikian, Anda dapat melihat langsung ke website mereka dan memeriksanya secara rutin jika ingin memesannya. Yang pasti, terobosan ini dapat memudahkan seseorang dapat berpetualang di darat dan air sekaligus. Kehadiran FlyShip dan Biski tentu akan semakin mendorong banyak pihak untuk menemukan inovasi baru kendaraan amfibi yang dapat digunakan di darat dan laut. Tidak hanya itu, inovasi tersebut akan merevolusi cara manusia melakukan dan menikmati perjalanan.

Syarifudin