Edisi 31-01-2016
London Uji Kendaraan Tanpa Pengemudi


Kendaraan tanpa pengemudi pertama di London akan diuji di jalanan kota itu pada musim panas ini. Langkah tersebut merupakan bagian dari proyek senilai 8 juta poundsterling.

Mobil itu akan diadaptasi dari pod penjemputan yang telah digunakan untuk mengangkut para penumpang diTerminal 5 Bandara Heathrow. Sekarang kendaraan itu akan dikembangkan untuk bekerja tanpa trek khusus mereka. Diperkirakan, tujuh mobil akan diuji di jalanan Greenwich, London selatan, pada Juli ini, sebagai bagian dari tiga proyek perdana.

Rute-rutenya belum diungkap secara rinci tapi diperkirakan mobil-mobil itu akan berjalan di trotoar di wilayah pemukiman dan melintasi stasiun kereta North Greenwich dan daerah O2. Konsorsium perusahaan-perusahaan Inggris, termasuk Westfield Sportscars, Heathrow Enterprises, dan Oxbotica bekerja sama untuk mengubah pod itu menjadi kendaraan yang sepenuhnya tanpa pengemudi.

Program ini merupakan bagian proyek Gateway (Greenwich Automated Transport Environment) senilai 8 juta poundsterling yang dipimpin Laboratorium Riset Transportasi Inggris (TRL). ”Proyek itu didanai bersama oleh Innovate UK dan uji cobanya bertujuan menilai keinginan publik menggunakan kendaraan tanpa pengemudi di sejumlah wilayah,” papar pernyataan TRL, dikutip Daily Mail .

”Penambahan tiga organisasi terkenal dan dihormati di Inggris ke konsorsium Gateway akan memperkuat posisi Inggris sebagai pemimpin teknologi otonomi,” ungkap Profesor Nick Reed, direktur akademi di TRL dan direktur teknis untuk Gateway. ”Setiap perusahaan membawa pengalaman hebat dalam proyek yang akan menambah nilai dalam membantu kita memahami bagaimana publik dan industri akan beradaptasi menggunakan kendaraan otomatis di lingkungan tes UK Smart Mobility Living Lab di Greenwich,” tutur Profesor Reed.

”Jika uji coba ini terbukti sukses, kami perkirakan kendaraan ikonik itu akan menjadi pemandangan umum di banyak kota di penjuru dunia,” paparnya. UltraPods telah beroperasi di Terminal 5 selama hampir lima tahun, membawa 1,5 juta penumpang dan menyelesaikan 3 juta kilometer selama waktu itu.

Manufaktur mobil Westfield Sportcars akan bertanggung jawab untuk desain dan uji coba, dengan Heathrow Enterprises menciptakan software dan laboratorium robotik Universitas Oxford, Oxbotica, akan menyediakan pemetaan dan sensor untuk menjamin keamanan. ”Kami benar-benar senang menjadi bagian konsorsium Gateway dan ingin memberi inovasi dan teknologi kami ke platform yang telah diuji dan dites dengan baik,” ujar Julian Turner, pemimpin Westfield Sportscars.

Uji coba lain dilakukan di Greenwich sebagai bagian proyek Gateway termasuk valet parking dan pengiriman otonomi. Mobil-mobil van pengiriman tanpa pengemudi akan digunakan untuk memindahkan paket-paket antara gudang dan toko atau toko dan rumah di London tenggara.

Meskipun tidak ada pengemudi di kendaraan itu, seorang operator akan duduk di dalam mobil van sebesar mobil klasik Mercedes Sprinter. Keberadaan operator manusia itu untuk memastikan operasi mobil van itu lancar dan mampu mengambil alih kontrol dalam keadaan darurat.

Saat ini berbagai perusahaan dan pemerintah kota berlomba untuk menerapkan teknologi kendaraan tanpa pengemudi. Awal pekan ini uji coba juga dilakukan di Kota Wageningen, Belanda. Bus tanpa pengemudi berada di jalanan Belanda untuk pertama kali. Pada uji coba tersebut bus bertenaga listrik itu mengangkut enam penumpang di jalan sepanjang 200 meter.

Uji coba itu adalah kali pertama bagi kendaraan sejenis di dunia. Langkah London untuk menguji penggunaan kendaraan tanpa pengemudi ini semakin menunjukkan minat untuk benar-benar menerapkan teknologi tersebut ke masyarakat. Teknologi itu diklaim akan lebih aman dan mampu mengurangi jumlah kecelakaan kendaraan akibat kelalaian manusia.

Ananda nararya