Edisi 04-02-2016
Waspada Buku Ajaran Radikalisme


PALEMBANG - Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel Widodo mengatakan, pihaknya menerima surat edaran dari Kemendikbud perihal dilarangnya penggunaan bahan ajar yang mengandung unsur kekerasan.

“Ada buku yang belum meme - nuhi kriteria kelayakan sebagai bahan ajar pra keaksaran, se - hingga tidak diperkenakan un - tuk digunakan sebagai bahan ajar di PAUD,” jelas Widodo, kemarin. Larangan ini merujuk pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 82 ta - hun 2015 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Ke - ke rasan di Lingkungan Satuan Pen didikan dan Panduan.

Meng ingat, anak usia dini me - rupa kan masa tepat untuk pem - bentukan karakter dan budi pe - kerti. Kare nanya, semua informasiyangdi te rimasecara lisan, ta - yangan, mau pun tulisan, se ha - rusnya be bas dari unsur keke - rasan, paham ke ben cian, SARA dan pornografi.

Selain itu, berdasarkan lapor - an masyarakat dan kajian Ke - men dikbud terhadap buku Anak Islam Suka Membaca karangan Nu rani Musta’in terbitan Pus ta - ka Amanah Solo, Jawa Tengah, cetakan tahun 2013 tersebut, diketahui memuat unsur-unsur radikalisme.

Surat edaran itu bahkan me - rinci adanya kata caci maki, “di sini ada belati, gegana ada di ma - na, rela mati bela agama, apa ka - mi kaze itu, bila agama dihina ki - ta tiada rela, lelaki bela agama, wa nita bela agama, kita semua bela agama, kita selalu sedia jaga agama kita demi ilahi semata”.

Adapula kata-kata “bahaya sabo - tase, laga suci di qodisiyah, topi ba - ja kena peluru, bilamana ada re vo - lusi, bazoka dibawa lari, jihad, bom, kafir, berjihad di jalan dak - wah, dan hati-hati man haj batil”. “Di Sumsel sendiri belum ada la poran adanya buku yang me - ngan dung ajaran, memuat atau mengajak bergabung dengan ke - lompok radikalisme.

Ya, semesti - nya buku ajar harus melewati ve - ri fikasi Puskurbuk (Pusat Kuri - ku lum dan Perbukuan) yang akan memonitor apa saja yang la yak dan dilarang untuk menjadi kon - ten buku,” tegasnya. Sementara, pihak Disdikpo - ra Palembang mulai melakukan investigasi terkait beredarnya buku pendidikan agama Islam (PAI) yang berisi tentang urutan nama nabi terbalik yang akhirakhir ini meresahkan masyara - kat.

Kabid TK SD Sutriana me - nyatakan, kendati belum ada te - muan di Sumsel pihaknya sudah menurunkan tim pengawas di lingkungan Disdikpora. “Kalau nanti ditemukan buku yang di - maksud atau ada ke jang gal - an lain, tentu kita akan se - gera menarik bu ku-buku tersebut dan menge luar - kan lara ngan peng gu - naannya. Kita juga akan segera berkoor dinasi dengan pi hak ter - kait,” tegasnya.

Yulia savitri

Berita Lainnya...