Edisi 04-02-2016
Rp140 Miliar, Pelindo III Kembangkan Wisata


SURABAYA – PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III turut mendorong tumbuhnya sektor pariwisata di Indonesia. Tahun ini Pelindo telah menyiapkan dana Rp140 miliar untuk membangun dan merenovasi destinasi wisata yang berpotensi mengangkat Indonesia ke level dunia.

Selain proses pembangunan Aquarium di Kebun Binatang Surabaya (KBS) yang sudah hampir tuntas, proyekproyek lain yang akan dilaksanakan adalah Boom Marina Banyuwangi, Benoa Marina, dan Komodo Marina Labuhan Bajo. Proyek pengembangan kawasan wisata ini diprediksi bisa menarik wisatawan untuk membantu pencapaian target yang dicanangkan pemerintah, yaitu 20 juta wisatawan mancanegara hingga 2019. Pengembangan Marina di Banyuwangi, Bali, dan Labuan Bajo tersebut ditargetkan tuntas dan sudah beroperasi pada 2017.

”Kami yakin proyek pengembangan wisata ini bisa menarik wisatawan datang ke Indonesia,” kata Presiden DirekturPTPelindoPropertiIndonesia (PPI) Prasetyo kemarin. Untuk mengembangkan pelabuhan berkonsep wisata ini, Pelindo III telah melakukan studi dengan serius. Salah satu lokasi lain yang menjadi bidikan pengembangan adalah Belitung Barat. Pelindo III juga sedang melakukan penjajakan kerja sama dengan PT Aerowisata (anak usaha PT Garuda Indonesia) di Karimun Jawa, Jawa Tengah dan Senggigi, Lombok.

Pengembangan juga akan dilaksanakan di Gili Mas, Lombok, yang terintegrasi dengan rencana pengembangan Lembar New Port Pelindo III; lalu Mandalika Resort, Lombok, menggandeng PT ITDC (dahulu PT BTDC), Kupang, Nusa Tenggara Timur, dan Alor, Nusa Tenggara Timur. Pelindo juga berencana berkerja sama dengan Marina yang telah eksis, di antaranya Raffles Marina, Singapura (RMS) dan Fremantle Sailing Club, Australia (FSC).

”Kerja sama tersebut berupa dukungan terhadap perencanaan dan pengembangan Marina dan pembelajaran bisnis serta operasional Marina. Rencana kami, beberapa staf PT PPI akan magang selama beberapa hari di beberapa Marinya, baik di RMS maupun FSC,” paparnya. Kepala Humas Pelindo III Edy Priyanto menambahkan, pengembangan pelabuhan berbasis wisata yang dilakukan Pelindo III merupakan komitmen dalam mendukung pemerintah untuk mengembangkan pariwisata Indonesia.

Bahkan, ada kemungkinan daerah-daerah lain yang memiliki peluang untuk pengembangan wisata juga akan dilirik. Sebab, wisata nantinya akan menjadi andalan pemerintah untuk mendapatkan pendapatan daerah.

ariefardliyanto

Berita Lainnya...