Edisi 04-02-2016
Bekas Gedung Dinsos Bakal Jadi Hotel Berbintang


MADIUN – Rencana Pemkab Madiun menyulap bekas Kantor Dinas Sosial (Dinsos) yang ada di Jalan Diponegoro, Kelurahan Madiun Lor, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, menjadi hotel berbintang dipastikan segera terwujud.

Draf MoU dengan salah satu investor sudah mendekati sepakat, tinggal menunggu pelaksanaan lelangnya. “Kami bersama investor sudah menyepakati draf MoU. Sesuai kesepakatan, nilai investasinya mencapai Rp258 miliar. Meski demikian, proses ini harus tetap melalui proses lelang terlebih dahulu,” ujar Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pemkab Madiun Rori Priambodo kemarin.

Menurut dia, kesepakatan dengan pihak investor berupa bangun serah guna. Artinya, pihak investor menyewa lahan tersebut selama 30 tahun lamanya. Baru kemudian bangunan dan lahan kembali diserahkan untuk dikelola Pemkab Madiun. “Draf kerja samanya dengan sistem flat, di mana setiap tiga tahun sekali akan dilakukan evaluasi. Untuk tahun pertama memasuki draf pembangunan ini, pihak investor wajib membayar sewa sebesar Rp76 juta per tahun. Jadi jika dalam kurun tiga tahun, nilainya mencapai Rp228 juta,” katanya.

Memasuki tahun ke-4 sampai tahun ke-7, nilai kontraknya naik menjadi Rp588 juta per tahun. Selanjutnya, Memasuki tahun ke-7 sampai tahun ke-10 nilai kontraknya meningkat menjadi Rp681 juta. “Terus begitu. Jadi setiap tiga tahun sekali nilai kontraknya bakal naik dan terus dievaluasi,” ujar mantan Sekretaris DPRD Kabupaten Madiun ini. Rori menyatakan, proses lelang bakal dilakukan sesegera mungkin.

Paling lambat bulan depan proses lelang harus sudah terlaksana. Namun, hingga saat ini baru PT Graha Prasetia Sejahtera saja yang berani menawarkan draf MoUnya ke Pemkab Madiun. Meski demikian, Rori tetap akan mempertimbangkan calon investor lain jika dalam proses lelang ada yang peserta lelang yang berani menawar dengan nilai yang lebih tinggi “Nilai kontrak segitu sudah cukup besar. Mengingat hanya PT Graha Prasetia Sejahtera saja yang berani menyodorkan draf Mou kepada kami, lainnya belum ada.” ucapnya.

Selain lahan bekas Kantor Dinas Sosial (Dinsos) tersebut. Aset lain milik Pemkab Madiun yakni bekas kantor Dinas Perikanan dan rumah dinas Pekerjaan Umum (DPU) BMCK ikut dilirik investor dan kini sudah memasuki proses negosiasi nilai kontrak saja. “Untuk bekas kantor Dinas Perikanan beralamat di Jalan Salak III sudah ditawar oleh pihak lembaga bimbingan belajar (bimbel) sebesar Rp26 juta. Sedangkan, bekas Kantor Dinas DPU/ BMCK ditawar senilai Rp13 juta saja,” kata dia.

Sedangkan empat aset lainnya, yakni kantor Koperasi di Jalan Panjaitan, bekas kantor peternakan dan rumah kesehatan berada di Jalan Ahmad Yani, bekas gedung industri dan perdagangan berada di Jalan Salak Raya dan lahan kosong seluas 300 m2 beralamat di Demangan belum satu pun investor yang meliriknya.

dili eyato



Berita Lainnya...