Edisi 04-02-2016
Dalem Joyokusuman Resmi Jadi Aset Pemkot Solo


SOLO - Kejaksaan Agung (Kejagung) resmi menyerahkan Dalem Joyokusuman, bekas rumah milik mantan Kepala Bulog (Kabulog) Wijanarko Puspoyo kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Solo sebagai aset untuk dikelola.

Penyerahan dilakukan langsung Jaksa Agung HM Prasetyo kepada Penjabat (Pj) Walikota Solo Budi Yulistianto kemarin. Jaksa Agung HM Prasetyo mengatakan, selama ini Kota Solo merupakan salah satu jantung budaya yang tetap terjaga kelestariannya. Objek kebudayaan seperti keraton serta bangunan bersejarah lainnya masih berdiri kokoh dan menjadi jujugan wisata bagi masyarakat dari berbagai daerah.

Menurut Jaksa Agung, Dalem Joyokusuman juga merupakan salah satu aset bersejarah yang disita dari mantan Kabulog Wijanarko Puspoyo yang menjadi terpidana kasus korupsi. “Kekuatan hukum tetap diperoleh dari Mahkamah Agung (MA) pada 13 Agustus tahun 2008. Tanah dan bangunan Dalem Joyokusuman dirampas oleh negara,” kata HM Prasetyo saat menyerahkan aset Dalem Joyokusuman kepada Pemkot Solo, kemarin siang.

Penyerahan dilakukan di Dalem Joyokusuman yang terletak di Kelurahan Gajahan, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo. Sebelum dihibahkan ke Pemkot Solo, ada proses yang cukup panjang yang harus ditempuh. Permohonan Pemkot Solo agar aset dapat dikelola sebagai pengembangan seni dan budaya direspons oleh Kejagung.

Pihaknya kemudian melakukan pendekatan kepada Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melalui Dirjen Kekayaan Negara. Pada 2013 Kejagung kemudian membuat surat kepada Kemenkeu dan akhir 2015 mendapatkan jawaban bahwa permohonan Pemkot Solo melalui Kejagung akhirnya dikabulkan. Dalem Joyokusuman merupakan aset negara dan bahkan aset bangsa di Kota Solo harus diselamatkan.

Tanah dan bangunan seluas 11.000 meter persegi, nilainya mencapai Rp25 miliar. Dalem Joyokusuman rencananya akan dijadikan galeri seni dan budaya. Hibah aset Dalam Joyokusuman dari Kejagung merupakan kado yang luar biasa karena Solo akan berulang tahun ke-271 pada 17 Februari mendatang. “Solo masuk sebagai jaringan kota pusaka. Seluruh dunia tentunya akan melihat,” ujar Pj Wali Kota Solo Budi Yulistianto.

ary wahyu wibowo

Berita Lainnya...