Edisi 04-02-2016
Dinas Pasar Revisi DED Pasar Klewer


SOLO– Pemerintah Kota (Pemkot) Solo merevisi detailed engineering design (DED) Pasar Klewer tahap kedua. Langkah ini dilakukan lantaran Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengurangi anggaran pembangunan sebanyak Rp4 miliar dari Rp100 miliar yang diajukan.

Kepala Dinas Pengelola Pasar (DPP) Pemkot Solo Subagiyo mengatakan, revisi DED untuk menyesuaikan kucuran anggaran dari Kemendag. Rencana pembangunan lanjutan pasar batik terbesar di Indonesia ini juga harus disesuaikan. “DED yang kami susun estimasi anggarannya Rp100 miliar. Ketika dana tidak sesuai pengajuan, maka DED juga harus direvisi,” kata Subagiyo, kemarin.

Kepastian nilai anggaran tahap kedua telah diperoleh dari Kemendag sebesar Rp96 miliar. Sebelumnya, anggaran dihitung dengan kondisi nilai tukar rupiah terhadap dolar yang saat itu menembus Rp17.000. Saat ini, revisi DED tengah dikebut untuk diselesaikan. Namun, Subagiyo enggan membeberkan bagian mana yang harus direvisi. Hasil revisi baru akan dibeberkan setelah dikonsultasikan ke Kemendag.

Dia berjanji menjelaskan apa saja yang direvisi setelah hasil konsultasi selesai pada 5 Februari mendatang. “Saya tidak ingin mendahului sebelum konsultasi dengan Kemendag,” ungkapnya. Ditargetkan, surat perintah mulai kerja (SPK) proyek tahap II akan diterbitkan awal Maret. Sementara, proses lelang dijadwalkan rampung Februari, sehingga proyek dapat diselesaikan pada akhir Desember nanti.

Dengan demikian, pedagang bisa boyongan dari pasar darurat di Alun-alun Utara Keraton Kasunanan Surakarta pada awal Januari 2017. Pelaksanaan proyek juga dikoordinasikan dengan pedagang pasar. Proyek pembangunan kembali pasar yang terbakar pada akhir tahun 2014 tersebut diharapkan berjalan lancar dan tidak menemui kendala. Penjabat (Pj) Wali Kota Solo Budi Yulistianto mengatakan, pihaknya tinggal menunggu Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) khusus untuk Pasar Klewer karena kini masih global.

“Jadi kami masih menunggu DIPA yang untuk Klewer, tapi sudah dapat kepastian anggaran yang diterima Rp96 miliar,” kata Budi Yulistianto. Pemkot juga telah melaporkan pekerjaan proyek pembangunan pasar tahap I ke Kemendag. Selanjutnya, tim dari Kemendag akan turun guna mengaudit pembangunan pasar.

Audit guna memastikan apakah proyek dikerjakan sesuai perencanaan atau tidak. Pemerintah pusat juga diminta segera menghibahkan Pasar Klewer ke Pemkot Solo. Proses hibah penting karena status pengelolaan kini berada di tangan Kemendag.

ary wahyu wibowo

Berita Lainnya...