Edisi 04-02-2016
Dinkes Antisipasi Penularan Virus Zika


KENDAL –Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kendal meminta kepada ma - syarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman virus zika.

Dinkes juga mengantisipasi ma suknya virus yang dibawa nyamuk Aedes aegypti dengan mengawasi ketat hasil laboratorium pasien demam berdarah. Kepala Dinkes Kabupaten Kendal Widodo M Sutomo me - ngatakan pengawasan ini dilakukan mengingat munculnya virus zika gejalanya mirip de - ngan demam berdarah. Hasil la - boratorium dan data dari se - jumlah rumah sakit dan puskesmas akan dikonsultasikan lagi ke komite kesehatan.

“Sejauh ini memang dinas belum menemukan kasus virus zika. Yang terpenting warga ha - rus menjaga kebersihan dan se - lalu menerapkan pola hidup se - hat,” ucapnya kemarin. Dari konsultasi ke komite kesehatan, selama Januari 2016 hanya ada 40 penderita DBD dengan satu kasus kematian. “Wilayah yang paling banyak terjangkit DBD yakni kecamatan Kangkung dan Cepiring. Untuk jumlah hingga Januari 2016 ada 40 kasus dan satu meninggal dunia pada minggu ketiga,” katanya. Tindakan antisipasi juga di - lakukan RSUD Dr Soewondo dengan menyediakan ruang isolasi khusus untuk mencegah penyebaran virus zika.

Menu - rut Direktur RSUD Dr Suwondo Kendal, Sri Mulyani ruang isolasi yang disiapkan dulunya un - tuk penderita flu burung. Na - mun, sejauh ini ruangan itu be - lum terpakai, karena di Kabu - paten Kendal tidak ada yang terkena penyakit flu burung. “Ruang isolasi ini sengaja kami siapkan untuk memproses pembakaran negatif virus sehingga virus zika tidak me - nyebar,” ujarnya.

Menurut Sri Mulyani, virus yang memiliki gejala dan perantara menular lewat gigitan nyamuk Aedes aegypti tersebut sa - ngat mirip dengan gejala DBD. “Sampai saat ini belum ada yang terkena virus ini di Kendal. Harapannya, tidak ada satu pun masyarakat Kendal yang terkena virus zika,” katanya.

Sementara itu, dari data yang dihimpun penderita de - mam berdarah di Kabupaten Ken dal, tiga tahun terakhir ini terus meningkat. Dari 559 penderita, 9 di antaranya meninggal dunia pada 2013, meningkat menjadi 568 penderita, enam di antaranya meninggal dunia pada 2014. Sementara pada 2015, meningkat menjadi 656 penderita dan 9 di antaranya meninggal dunia. “Mencegahnya dengan 3 M. Menguras tempat-tempat pen - ampungan air secara rutin, me - ngubur benda-benda yang tidak terpakai yang bisa menjadi sarang nyamuk, dan menutup tempat-tempat penampungan air,” ucapnya.

Data di Rumah Sakit Islam Weleri justru menunjukkan ang ka yang berbeda. Selama Ja - nuari 2016 sudah ada 85 orang dirawat dengan gejala DBD. Pasien kebanyakan anak-anak, tapi tidak sedikit pasien yang berusia dewasa. Dokter RSI Weleri, Alex an - der Bramukhaer mengatakan angka penderita demam ber - darah pada Januari meng alami peningkatan.

Dita nya tentang kemungkinan vi rus zika, menyerang warga di Kendal dok ter muda ini mengaku ma sih perlu observasi hasil laboratorium - nya. “Gejala virus zika memang mirip dengan demam berdarah namun ada indikator lain dan selama ini belum ditemukan di pasien yang dirawat di RSI Weleri,” tandasnya.

DBD di Batang Naik

Di Kabupaten Batang, selama Januari lalu angka penderita DBD mencapai 73 orang. Jum - lah itu naik dibanding tahun lalu. Kabid Pengendalian Penya - kit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Kabupaten Ba - tang Agus Dwi Priyanto mengatakan penyebaran penyakit yang disebarkan nyamuk Aedes aegypti itu merata di semua da - erah. “Serangan nyamuk itu ti - dak hanya di wilayah pesisir, tapi juga Batang wilayah atas,” ucapnya.

Mengantisipasi bertambah - nya penderita DBD, pihaknya mengaku selalu melakukan so - sialisasi pemberantasan sarang nyamuk (PSN). “Kalau bisa se - tiap desa atau RT dibentuk ju - mantik agar ada yang rutin me - ngecek bak penampungan warga,” ujarnya. Kasi Pelayanan Medis dan Non Medis RSUD Kalisari Ba - tang, Utaryiah Budiastusti, me - ngatakan data pasien DBD RSUD setempat pada Januari 2016 mencapai 69 pasien, se - dangkan Februari ada sembilan pasien.

Salah seorang pasien, Ning - susiati, 51, mengaku awalnya tidak mengetahui jika terkena DBD. Awalnya dia mengira ha - nya menderita demam biasa. “Setelahdicek, ternyatatrom - bositnya rendah dan dinyatakan DBD. Sudah 5 hari di sini (RSUD). Tinggal mengembalikan tensinya sebab belum stabil,” ujar warga Desa Banyu pu - tih, Kecamatan Banyuputih itu.

wikha setiawan/ prahayuda febrianto

Berita Lainnya...