Edisi 04-02-2016
Kota Lama Dijaga Polisi Wisata


SEMARANG– Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo segera membentuk satuan polisi wisata yang akan menjaga kawasan Kota Lama. Pemprov saat sedang mematangkan upaya pembentukannya.

Dalam dialog Mas Ganjar Menyapadi Gedung Jiwasraya, Kawasan Kota Lama, beberapa waktu lalu, gubernur mengatakan anggota satuan ini bisa diambil dari aparat Satpol PP Pemkot Semarang dibantu satpol Pemprov Jateng. “Kalau perlu sing ayu-ayu diturunkan. Seragamnya juga khusus,” papar Ganjar. Mereka akan bertugas dengan standar prosedur khusus untuk melayani wisatawan, baik dari dalam dan luar negeri sehingga pemilihannya dilakukan dengan cermat.

Mereka akan dilatih untuk melayani wisatawan dengan ramah dan murah senyum, selain juga harus mempunyai kemampuan berbahasa asing. Polisi wisata ini, lanjut Ganjar, juga akan membantu pemilik aset dan usaha di Kota Lama. Mereka akan mengawasi vandalisme dan perusakan bangunan oleh kelompok tak bertanggung jawab. Saat ini, pemprov telah melakukan pembicaraan dengan Kementerian BUMN untuk diajak ikut serta menghidupkan kembali kawasan Kota Lama Semarang menjadi destinasi wisata.

”Untuk BUMN yang punya aset gedung tua di Kota Semarang kita sudah minta memanfaatkan gedungnya. Dibersihkan, dicat. Kapasitas gedung dilaporkan untuk apa, untuk sendiri atau disewakan agar ada rohnya,”jelasnya. Ketua Dewan Kesenian Semarang, Mulyo Hadi Purnomo berharap ada kebijakan rekayasa lalu-lintas di kawasan kota lama. “Agar lebih aman dan nyaman bagi wisatawan. Bisa saja kendaraan bermotor ukuran besartidak diperbolehkan melintas, agar kondisi bangunan juga lebih terawat,” tandasnya.

Pegiat Pariwisata Kota Semarang, Nurul Wahid mengatakan revitalisasi Kota Lama memerlukan dukungan dari semua elemen masyarakat untuk membuatnya menjadi destinasi wisata unggulan. Menurutnya, Pemprov sebenarnya terlambat mencanangkan revitalisasi Kota Lama pada awal tahun 2016. Jauh sebelumnya Pemkot Semarang sudah melakukan beberapa upaya kegiatan di kawasan tersebut.

Ini dilakukan dengan menggelar berbagai kegiatan, antara lain pameran seni, konser musik, penataan Pedagang Kaki Lima (PKL), pendataan gedung, hingga pembelian salah satu gedung tua di pada 2014 lalu. Saat ini geliat dari potensi pariwisata di kawasan ini sudah mulai dilirik wisatawan. Buktinya yakni banyaknya cafe dan tempat berkumpul warga di kawasan tersebut.

Kepala Bidang Perencanaan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Semarang M Farchan menjelaskan, Pemkot Semarang akan segera menindaklanjuti program revitalisasi Kota Lama dengan membangun infrastruktur di kawasan tersebut. Dari data Detail Engineering Design (DED) di tahun 2015 untuk penataan kawasan Kota Lama membutuhkan anggaran senilai Rp67 miliar.

Dana sebesar itu digunakan untuk peningkatan sarana dan prasarana. Seperti untuk pembangunan drainase, pemasangan paving dan pembuatan street furniture. “Adapun langkah awal saat ini, kami akan menyusun dokumen Dossier KKL untuk diajukan sebagai warisan dunia dalam tiga bulan ini,’’ katanya.

amin fauzi/ m abduh

Berita Lainnya...