Edisi 04-02-2016
Penerima KIS-PBI di Jateng Naik


SEMARANG– Data Kartu Indonesia Sehat Penerima Bantuan Iuran (KIS-PBI) hasil verifikasi dan validasi untuk Provinsi Jawa Tengah di awal 2016 ini mengalami peningkatan.

Jumlah peserta PBI-JK saat ini sebanyak 15.203.959 atau mengalami peningkatan sekitar 1.052.922 jiwa. Sebelumnya, khusus Jateng jumlah peserta PBI-JK ada sebanyak 14.151.037 jiwa. Angka ini tergolong besar mengingat secara nasional Jateng menduduki peringkat ke-2 terbanyak peserta PBI-JK setelah Jawa Barat.

Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Utama Semarang Roni Kurnia Hadi Permana mengatakan, 2016 ini jumlah peserta KIS-PBI secara nasional mengalami penurunan. Tepatnya peserta KIS-PBI 2015 sebanyak 86,4 juta jiwa. “Namun berdasarkan verifikasi, di Jateng justru mengalami peningkatan,” ujarnya kemarin. Terkait dengan distribusi KIS-PBI di Jateng, terdapat 85.331 KIS-PBI dalam proses pengantaran dan 50.825 buah KIS-PBI yang gagal antar.

Menurut dia, distribusi KIS-PBI yang gagal terkendala banyak peserta KIS-PBI yang telah pindah alamat, alamat tidak jelas atau peserta sudah meninggal dunia. “Kendala lainnya adalah tidak ada informasi nomor induk kependudukan (NIK) sehingga masyarakat tidak mau menerima dengan alasan nanti kartu tidak bisa digunakan di rumah sakit,” ujarnya. Oleh karena itu, pihaknya berharap penduduk yang belum memiliki NIK disarankan mengajukan permohonan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Untuk pembaharuan data bisa mendatangi Kantor BPJS Kesehatan atau Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil sesuai dengan fungsinya. Kepala Seksi Pembiayaan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Desie Frihandini Afief menambahkan, BPJS Kesehatan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat. Salah satunya dengan membentuk posko pemantauan dan penanganan pengaduan distribusi Kartu Indonesia Sehat Penerima Bantuan Iuran (KIS-PBI).

“Posko pemantauan dan penanganan pengaduan distribusi KIS-PBI ini juga berfungsi untuk memantau distribusi KIS-PBI yang sudah 100% diserahkan BPJS Kesehatan ke pihak ke-3, yaitu PT Pos/JNE/Mitra BPJS Kesehatan untuk memastikan KISPBI sudah sampai atau belum ke peserta eks Jamkesmas sesuai dengan data masterfile,” ungkapnya. Peserta KIS-PBI dapat berobat ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di puskesmas, klinik atau dokter praktik perorangan.

“Saat ini jumlah puskesmas yang sudah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan mencapai 875 puskesmas, 59 rumah sakit pemerintah, 140 rumah sakit swasta sehingga memudahkan masyarakat,” katanya.

andik sismanto

Berita Lainnya...