Edisi 04-02-2016
PKL GOR Wergu Kecewa Direlokasi ke Taman Krida


KUDUS - Pedagang kaki lima (PKL) di kompleks GOR Wergu Wetan, Kudus mengeluh se - iring pelaksanaan relokasi ke kios di sekitar Taman Krida.

Penyebabnya, mereka harus mengeluarkan biaya tambahan hingga jutaan rupiah karena kondisi kios baru itu belum benar-benar siap ditempati. Salah seorang PKL, Agus mengatakan rata-rata biaya yang harus dikeluarkan tiap pedagang seiring relokasi itu sekitar Rp5 juta. Biaya itu terpaksa dikeluarkan lantaran kondisi kios PKL baru yang akan ditempati, belum benarbenar rampung 100%.

Kios yang dibangun Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus dengan menelan ang - gar an sekitar Rp3 miliar tahun lalu itu, masih butuh pembe - nah an di berbagai bagian. Se - bab, masih banyak kios yang be - lum memiliki rolling door (pintu gulung). “Rolling door kita beli sendiri. Belum biaya pemasangannya. Dan itu se mua ditanggung PKL,” ujar Agus kemarin. Selain itu, ketinggian kios dari jalan juga terlalu curam.

Akibatnya, pedagang harus membangun tangga dari ba - dan jalan menuju kios. Biaya lain yang harus dikeluarkan pedagang di antaranya memasang kanopi di depan kios. Meski menggunakan atap be - rupa seng galvalum bekas kios sebelumnya, pedagang harus merogoh kocek lagi untuk biaya tukang. “Kalau ditotal, kami harus keluar uang sekitar Rp5 juta,” ucapnya.

Selain biaya yang harus dikeluarkan, pedagang juga khawatir menurunnya pembeli yang akan datang. Meski lo - kasinya berdekatan dengan lo - kasi lama, lokasi kios yang ha - rus memutar ke belakang Ta - man Krida diperkirakan akan membuat para pembeli kesu - lit an. “Belum lagi akses parkir,” ka tanya. Untuk itu, pedagang me - minta dinas terkait mengubah jalur lalu lintas di kawasan GOR dibuat satu jalur sehingga setiap kendaraan melewati depan kios mereka.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus Sunardi mengatakan relokasi PKL GOR ini seiring dengan rencana penataan GOR Wergu We - tan menjadi kawasansport center . Seluruh pedagang nanti - nya harus pindah ke kios PKL yang ada di sekeliling Taman Krida. Pihaknya memberi ba - tasan hingga 10 Februari mendatang agar seluruh pedagang sudah pindah ke lapak jualan yang baru. “Kita sudah komunikasikan ini dengan mereka,” ucapnya.

Disinggung kondisi kios yang belum selesai 100%, Su - nardi mengatakan kalau hal tersebut sudah sesuai dalam rencana anggaran belanja (RAB) proyek. “Anggarannya me mang ter batas jadi belum se mua kios ada rolling door ,” tandasnya.

muhammad oliez

Berita Lainnya...