Edisi 04-02-2016
Rokok Ilegal Rp102 Juta Disita


Petugas Satpol PP Sukoharjo memeriksa ribuan rokok ilegal yang disita hasil razia tim gabungan bersama Kantor Bea Cukai Surakarta kemarin.

SUKOHARJO – Peredaran rokok ilegal masih merajalela di Kabupaten Sukoharjo. Tim gabungan yang dikoordinasi Satpol PP kemarin berhasil menyita sebanyak 34.400 bungkus rokok ilegal senilai Rp102 juta.

Rokok tersebut lalu diserahkan ke petugas Kantor Bea Cukai Surakarta. “Rokok yang kami sita terdiri 26 merek sebanyak 170 bal, di mana satu bal berisi 20 slop, dan satu slop berisi 10 bungkus,” kata Kepala Satpol PP Sukoharjo Sutarmo kemarin. Tim gabungan yang terlibat dalam razia adalah Satpol PP, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), dan Kantor Bea Cukai Surakarta. Tim dibagi menjadi dua dan disebar dengan wilayah sasaran di Kecamatan Grogol dan Baki.

Di Desa Menuran, Kecamatan Baki, petugas mendatangi sebuah tempat grosir rokok. Di tempat itu, petugas mendapati banyak tumpukan kardus berisi rokok ilegal. Rokok tersebut tidak dilengkapi dengan pita cukai resmi atau ada juga yang menggunakan pita cukai palsu. Petugas lalu menyitanya. “Penyitaan rokok ilegal ini merupakan terbesar sepanjang sejarah razia rokok ilegal oleh Satpol PP Sukoharjo,” kata Sutarmo.

Setelah didata, petugas mendapati ada 26 merek rokok yang disita. Antara lain merek Elank, Lotus, CC Mild, Lea, Batu Akik. Gudang Gaman, Dukun, Sakura, Gunyill, Sekar Madu, dan lainnya. Rokok tersebut disita dari pemiliknya Ibnu Muclis, warga Pasiran, Menuran, Kecamatan Baki. “Hasil razia kami data dulu setiap merek dan jumlahnya. Petugas juga meminta keterangan pemiliknya sebelum rokok tersebut diserahkan secara resmi pada Kantor Bea Cukai Surakarta untuk diproses lebih lanjut,” katanya.

Sementara, Kasubsi Penindakan Bea Cukai Surakarta Risang Danang Aprianto mengatakan, rokok yang ditemukan dalam razia tim gabungan dengan Satpol PP Sukoharjo ini dipastikan rokok ilegal. Pasalnya, rokok tersebut tidak memiliki pita cukai resmi atau menggunakan pita cukai palsu. “Pelaku khususnya pemilik yang memiliki rokok ilegal sesuai hasil temuan dalam razia ini bisa dikenakan sanksi pidana atau administrasi,” katanya.

Pemilik rokok ilegal, Ibnu Muclis seusai dimintai keterangan di Kantor Satpol PP mengatakan, rokok ilegal yang dijual didapat dari kiriman produsen dari Kudus dan Jepara. Rokok tersebut sedianya akan dikirim ke luar Pulau Jawa. “Nilai semua rokok ini saya perkirakan Rp100 juta lebih karena harga tiap bal Rp600.000, dan barangnya tidak saya jual di sini tapi di luar Pulau Jawa,” katanya.

sumarno





Berita Lainnya...