Edisi 04-02-2016
Rusun Tambaklorok 10 Tahun Lagi


SEMARANG – Pembangunan rumah susun (rusun) di Kampung Bahari Tambaklorok, Tanjungmas, Semarang Utara tidak akan direalisasikan pada jangka waktu lima tahun mendatang.

Lima tahun pertama sejak tahun ini proyek Tambaklorok hanya akan menggarap persiapan perencanaan dan sosialisasi, pembangunan tanggul/sitepile leter U dan polder di kawasan Tambak Mulyo. Kepala Bidang Perencanaan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Semarang M Farchan mengatakan, Pemkot Semarang telah menyusun Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) proyek Tambaklorok.

Proyek ini akan dilaksanakan dalam lima tahap dengan jangka waktu 20 tahun, kebutuhan dana sekitar Rp3 triliun. Ada 18 jenis kegiatan yang dikelompokkan dalam lima tahap. Tahap pertama adalah perencanaan dan sosialisasi. Kemudian pembangunan tanggul/sitepile leter U dan pembangunan polder di kawasan Tambak Mulyo.

Dalam lima tahun pertama ini belum ada rencana pembangunan rumah susun yang ditolak warga Tambaklorok karena dinilai akan menggusur tanah/bangunan mereka. “Tapi kami akan mengerjakan beberapa kegiatan lainnya untuk mendukung pembangunan kampung bahari Tambaklorok. Seperti melakukan pekerjaan peningkatan saluran drainase, jalur pedestrian, pengembangan air limbah kawasan dan termasuk pembangunan gerbang kawasan,” paparnya kemarin.

Pembangunan rumah susun, sesuai RTBL rencananya baru dibangun sekitar 10 tahun mendatang, pada tahapkedua. Rusunakandilakukan bersamaan dengan pembangunan jalan lingkungan, serta ruang terbuka hijau. Pembangunan rumah susun berikutnya akan dilakukan pada proyek tahap ketiga. Pemerintah rencananya akan membangun jalan kawasan ke tempat pelelangan ikan dan jalan kawasan rumah susun pada tahap ini.

Termasuk pembangunan tempat wisata kuliner dan pengembangan pasar. Rencana pembangunan rusun ini membuat warga beranggapan akan ada penggusuran. Namun, pemerintah sama sekali tidak mempunyai rencana tersebut, hanya ada rencana penataan. Pengukuran dan pemasangan patok batas yang sudah dilakukan itu hanya untuk mengetahui batas pekerjaan yang harus dilakukan.

Sebanyak 126 tanah/bangunan warga yang masuk dalam pengukuran itu memang akan terkena dampak, namun dari hasil pengukuran dampak tersebut kecil, hanya bagian tertentu yang terkena. Itu pun akan diganti rugi sesuai appraisal yang masih dikaji. Rusun nantinya akan ditempatkandikawasanTambaklorok, tapi lokasi persisnya masih dalam kajian. Kemudian untuk membuat kawasan Tambaklorok sesuai dengan, warga yang terdampak ada kemungkinan dipindah ke rumah susun tersebut.

“Jadi bukan digusur, namun ditata dengan disediakan tempat pindah di rumah susun yang lokasinya masih di sekitar rumah mereka juga di Tambaklorok,” tandasnya. Camat Semarang Utara Djaka Sukawijana mengatakan, pihaknya bersama Kelurahan Tanjungmas akan menggencarkan sosialisasi proyek ini. Dia menilai keresahan warga yang terjadi karena belum memahami sepenuhnya konsep kampung bahari. “Soal rumah susun nanti itu bisa ditempati warga yang terkena dampak pembangunan atau bisa juga warga lain yang membutuhkan. Tapi yang jelas tidak ada penggusuran,” tandasnya.

Pj Wali Kota Semarang Tavip Supriyanto juga menegaskan tidak ada penggusuran. Pemkot masih melakukan kajian-kajian terkait program kampung bahari, termasuk pembangunan rumah susun. Hasilnya nanti akan disosialisasikan kepada masyarakat. “Sosialisasi awal sudah dilakukan kepada warga mengenai rencana kegiatan di sana. Nanti akan ada sosialisasi lagi apa yang akan dilakukan, mereka saat ini resah maka dari itu kami secepatnya akan dilakukan sosialisasi agar tidak resah,” ucapnya.

Program yang dilakukan pemerintah untuk penataan kawasan di sana secara menyeluruh. Warga yang terkena dampak maupun tidak akan diperhatikan dari berbagai aspek misalnya ekonominya. Termasuk ditata infrastrukturnya, kebutuhan tempat bermainuntukanak-anak, dankebutuhan lain.

“Setelah pengkajian selesai akan segera melakukan sosialisasi supaya tidak ada kegamangan di warga. Pembangunan rumah susun untuk warga yang mungkin di situ (Tambaklorok) tidak mempunyai lahan, maka akan ditampung di situ, jadi tidak digusur tapi ditata,” tandasnya.

m abduh

Berita Lainnya...