Edisi 04-02-2016
Dua Mantan Guru Gugat Yayasan Tarakanita


YOGYAKARTA – Konflik Yayasan Tarakanita, pengelola SMA Stella Duce 1 Yogyakarta, mengemuka seusai Denok, warga Sewon Bantul, dan Rita, warga Gamping Sleman, menggugat yayasan tersebut karena diperlakukan tidak adil atas pemutusan hubungan kerja (PHK) sebagai guru SMA Stella Duce 1 Yogyakarta.

Proses gugatan hukum telah bergulir di Pengadilan Negeri Kota Yogyakarta kemarin. Sidang beragenda jawaban Yayasan Tarakanita atas gugatan penggugat digelar. “Tuntutan kami ke yayasan tidak muluk-muluk kok, hanya minta kompensasi yang lebih manusiawi sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan,” kata Denok, kemarin. Denok dan Rita diketahui telah bekerja selama sembilan tahun tanpa putus sebagai guru di SMA Stella Duce 1 Yogyakarta, tepatnya sejak 1 Juli 2006.

Namun, ketika masuk tahun ajaran baru 2015/2016 yang dimulai Juli 2015, kontrak keduanya tidak diperpanjang. Denok mengaku yayasan berdalih PHK untuk para guru karena alasan penataan pegawai. Namun, pada kenyataannya setelah keduanya diberhentikan, yayasan justru merekrut guru baru mengajar dua mata pelajaran yang mereka berdua tinggalkan. Keduanya menggugat yayasan karena selain menerima pemberhentian sepihak, juga kompensasi yang diterima dirasa tidak seimbang.

Apalagi selama bekerja, meski berstatus guru honorer, gaji mereka jauh di bawah UMK. Denok yang mengajar Seni Budaya digaji sebesar Rp1,12 juta dan Rita yang mengajar Tata Boga di sekolah tersebut digaji Rp560.000 per bulan. “Kami sudah mencoba mediasi, tapi tidak ditanggapi oleh yayasan,” kata Rita.

Sementara dalam sidang kemarin, perwakilan Yayasan Tarakanita, Santoso, menyerahkan jawaban tertulis kepada majelis hakim dan para penggugat tanpa membacakan isi jawabannya. “Silakan penggugat mempelajarinya dulu sebelum sidang lanjutan pada 10 Februari nanti,” kata Ketua Majelis Hakim Alex S Palumpun.

Dalam sidang yang hanya berlangsung sekitar lima menit itu, Alex mengingatkan kepada kedua belah pihak bahwa penyelesaian mediasi masih terbuka sepanjang perkara tersebut belum ada keputusan.

ristu hanafi

Berita Lainnya...