Edisi 04-02-2016
Dua Oknum Guru Tertangkap Ngamar di Hotel


GUNUNGKIDUL– Citra pendidik di Gunungkidul tercoreng. Dua oknum guru yang bukan suami istri, tertangkap jajaran Polisi Sektor (Polsek) Wonosari saat sedang berada di dalam kamar salah satu hotel di Wonosari.

Dua guru yang diketahui berinisial War, 52, dan Tin, 42, warga Kecamatan Tanjungsari ini terpaksa digelandang ke Mapolsek Wonosari untuk dimintai keterangan. Selain dua oknum guru yang diketahui selingkuh tersebut, polisi juga mengamankan enam pasangan yang bukan suami istri di dua hotel berbeda dalam razia yang digelar kemarin siang.

Kapolsek Wonosari Kompol Riyanto mengungkapkan, razia yang dilakukan merupakan upaya cipta kondisi yang dilakukan kepolisian. Jangan sampai, kata dia, keberadaan hotel di Wonosari digunakan sebagai arena mesum pasangan di luar nikah. “Tadi berhasil kami jaring tujuh pasangan mesum, satu pasangan di antaranya adalah guru,” katanya kepada wartawan, kemarin.

Dijelaskannya, dalam razia kemarin, pihaknya memang menyisir dua hotel. Satu per satu kamar diketuk untuk meminta identitas tamu hotel. Di dua lokasi tersebut, pihaknya memang menemukan beberapa pasangan yang berada di kamar dan tidak bisa menunjukkan surat nikah atau salinannya saat diinterogasi petugas. “Semua kami berikan pembinaan di mapolsek, kemudian kami minta untuk tidak mengulangi perbuatannya,” ucapnya.

Beberapa pasangan lain yang diamankan adalah Sar warga, Sidorejo, Ponjong dengan Kar, warga Wonontoro, Karangmojo; War warga Yogyakarta dengan Nik warga Mulusan, Paliyan; Dik warga Kasihan, Bantul dengan Mar warga Sidorejo, Ponjong; Kum warga Sumberejo, Karangmojo dengan Yun warga Jatiayu, Karangmojo. Kemudian Al warga Jetis, Karangmojo dengan Kar wargaDesaKarangmojo; Harwarga Kulonprogo dengan Sup warga Bedoyo, Ponjong. ”Semua sudah membuat surat pernyataan di mapolsek untuk tidak mengulangi lagi,” kata Riyanto.

Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul Bahron Rosyid mengungkapkan, pihaknya akan segera melakukan pembinaan terhadap para guru di Gunungkidul. Kasus tersebut, akan menjadi catatan pihaknya untuk menekan kasus perselingkuhan guru.“Upaya pembinaan terus kami lakukan demi perbaikan kode etik dan profesi guru,” katanya.

Dia berharap, para guru bisa benar-benar sadar akan profesi sehingga tindak tanduk yang dilakukan bisa mencerminkan citra guru. “Guru memang menjadi contoh di masyarakat. Untuk itu, beban moral memang tidak enteng menjadi guru,” tandas Ketua PGRI Gunungkidul ini.

suharjono


Berita Lainnya...