Edisi 04-02-2016
Kulonprogo Berhasil Tekan Kemiskinan


KULONPROGO – Pemerintah Kabupaten Kulonprogo ber ha sil menekan angka kemiskinan. Dari hasil pendataan yang di la kukan, pada akhir 2015, tercatat angka kemiskinan tinggal 52.331 jiwa atau 12%.

Angka ini menurun dibanding pada 2014 yang tercatat 68.040 jiwa atau 15,66%. “Ini adalah hasil survei TKSK (tim Koordinasi Penang gu langan Kemiskinan), sedangkan da ri BPS untuk 2015 belum keluar,” kata Kepala Badan Per en ca naan dan Pembangunan Dae rah (Bap - pe da) Kulonprogo, Agus Lang - geng Basuki saat me la kukan pa - paran pada launching album ke - miskinan di Gedung Kaca, Kom - plek Pemkab Ku lon progo.

Menurutnya, sudah banyak program yang dilaksanakan un - tuk menekan angka kemiskinan. Sampai dengan 2017, Pe - kab Kulonprogo menargetkan merenovasi 500 rumah tidak layak huni (RTLH). Belum lagi, program bedah rumah yang didanai dari luar APBD. Sejak beberapa tahun lalu, pemkab juga menyalurkan bantuan melalui program penjambanan. Minimal setiap tahun ada 500 unit yang dibantu u ntuk menurunkan angka buang air besar sembarangan.

Beberapa program dan inovasi penanggulangan kemiskinan juga akan ditempuh. Mulai dari beasiswa pendidikan bagi siswa miskin serta santunan anak yatim piatu. Pemkab juga mendorong usaha produktif bagi warga miskin yang memiliki rintisan usaha. Bahkan, para PNS juga sudah diterjunkan untuk melakukan pendam - ping an kepada warga miskin. Pe nanggulangan kemiskinan efektif jika mendapat dukung - an peran aktif pemerintah kecamatan, desa, serta masyarakat umum,” katanya.

Dari survei yang dilakukan, Kecamatan Wates paling berha - sil dalam menurunkan laju ke - miskinan hingga 6,45%. Se le - bih nya, hanya berkisar antara 4- 5% saja. Laju penurunan ter - ting gi di Desa Ngestiharjo. Se - men tara itu jumlah warga mis - kin terendah di Kelurahan Wa - tes, dan untuk kecamatan di Nang gulan. Pemerintah juga akan memberikan perhatian khusus kepada Kecamatan Kokap, yang penduduk miskin terbanyak, yaitu 6.873 jiwa atau sekitar 19,17%.

Sementara itu, Wakil Bupati Ku lonprogo Sutedjo mengat akan, Pemkab Kulonprogo terus me lakukan inovasi untuk me - nekan angka kemiskinan. Me la - lui gerakan Bela Beli Ku lon - progo terus dilakukan dengan di imbangi program pemberda - yaan masyarakat, khususnya di bidang ekonomi. “Memang ini be lum merata, tetapi jumlah war ga miskin terus berkurang,” ka ta Wabup. Sutedjo memaparkan, program bedah rumah RTLH akan lebih digalakkan tahun ini.

Me - nurutnya, bedah rumah cukup efektif menekan angka ke mis - kinan karena mampu mengintervensi beberapa indikator ke - miskinan sekaligus. Di antara - nya terkait luas lantai bangunan dan jenis dinding tempat tinggal, sumber penerangan rumah tangga, hingga ketersediaan fa - silitas mandi cuci kakus (MCK).

kuntadi

Berita Lainnya...