Edisi 04-02-2016
Menjadi Tuan di Negeri Sendiri - “Startup Pendidikan”


Era teknologi dan informasi telah mengubah format belajar mengajar dan mengalami pertumbuhan yang pesat di dunia. Startup pendidikan adalah program pembelajaran interaktif secara online dalam platform jejaring sosial.

Startup pendidikan memungkinkan penggunanya untuk mencari bahan pelajaran mulai dari SD sampai dengan perguruan tinggi untuk semua mata pelajaran. Bahan pelajaran tersebut bisa dalam bentuk softcopy dan bisa juga dalam bentuk video. Bahan materi berisi hal-hal esensial disertai dengan contoh-contoh yang up to date . Bahan video menampilkan guru atau dosen terbaik dengan metode pengajaran yang terasa mudah dan menyenangkan. Pengguna juga bisa mengajukan pertanyaan yang nanti akan dijawab oleh para ahli yang telah disiapkan.

Pengguna juga bisa berbagi materi dan artikel satu sama lain. Makin pesatnya perkembangan teknologi komunikasi digital dan makin besarnya pasar generasi netizen membuat startup pendidikan mendapatkan sambutan yang luar biasa. Indonesia adalah salah satu pasar lezat dengan potensi pasar total siswa mencapai 50 juta jiwa (SD, SMP, dan SMA) yang tersebar di lebih dari 200.000 sekolah dengan jumlah guru lebih dari 3 juta yang mengajar di dalamnya.

Pasar sebanyak itu akan terus ada selama angka kelahiran di Indonesia masih tinggi. Pasar juga tumbuh sejalan dengan tumbuhnya pengguna internet dan smartphone di Indonesia. Sementara pasar mahasiswa juga tidak kalah lezat. Perguruan tinggi swasta (PTS) dan perguruan tinggi negeri (PTN) terus berkembang di Indonesia, terutama di kota-kota besar. Jumlah perguruan tinggi yang ada di Indonesia mencapai 3.151 perguruan tinggi (PT) dengan jumlah mahasiswa 3.206.153.

Ukuran pasar yang luas dan tumbuh pesat memicu masuknya perusahaan startup pendidikan asing bermodal besar ke Indonesia. Menurut US Cencus (2014), Indonesia adalah negara pengguna smartphone terbesar nomor tiga di dunia, sesudah China nomor satu dan India di nomor dua. Dari pengguna internet di Indonesia, sebanyak 70% menghabiskan waktu dengan smartphone , 50% mencari pengetahuan baru lewat internet dan 58% menggunakan teknologi internet untuk aktivitas belajar mengajar.

Besarnya pasar dan tingginya pertumbuhan pengguna internet di Indonesia telah mengundang masuknya startup pendidikan asing ke Indonesia. Ironisnya, semuanya berasal dari luar ASEAN. Ada lima startup pendidikan asing besar yang merambah pasar di Indonesia. Pertama adalah Edmodo. Perusahaan ini berasal dari Amerika. Edmodo menyediakan solusi kesulitan belajar siswa dengan membidik pengguna pendidikan formal dengan membentuk kelas online dengan jejaring sosial khusus pendidikan.

Kedua, Quipper School dari Inggris. Quipper School mengklaim sebagai pembelajaran online terlengkap di Indonesia. Membidik sekolah formal dengan pasar utama kelas X sampai kelas XII. Ketiga, Brainly, startup pendidikan asal Polandia. Branly menggarap pasar sekolah formal dari SD sampai dengan SMA. Brainly mengklaim memiliki 650.000 anggota dengan kunjungan 6 juta setiap bulannya. Keempat, Duolingo dari Amerika.

Startup pendidikan ini menggarap pendidikan nonformal dengan produk andalan belajar bahasa asing secara online . Kelima, Legentas dari Republik Ceko. Strartup pendidikan ini sebagaimana Duolingo menggarap pasar pendidikan nonformal dan informal dengan penekanan pada produk speed reading .

Ketika salah seorang mahasiswa saya dari Pascasarjana MTI STMIK Amikom Yogyakarta membuat startup pendidikan yang bernama sebangku.com , saya langsung dorong untuk dikembangkan dan dipasarkan dengan sungguh-sungguh. Targetnya harus merebut pasar dari perusahaan asing. Sebangku.com konsepnya sangat bagus serta memiliki fitur dan content yang tidak kalah dengan startup pendidikan asing.

Sekarang baru tahap soft launching pada tahap landing page . Sementara itu, kalau kita cermati beberapa startup pendidikan asli Indonesia yang berkualitas sudah mulai bermunculan. UtakAtikOtak, unggul dalam kategori digital interactive . Kelase, disebut sebagai Edmodo-nya Indonesia melayani siswa dari SD sampai dengan SMA. PesonaEdu, menyediakan software pendidikan dan content pembelajaran digital. Ruang Guru, merupakan market place online yang membantu menghubungkan guru privat dan siswa di seluruh Indonesia.

Zenius, Medidu, dan Wardaya Colledge, platform online yang menyediakan video pembelajaran dan worksheet untuk siswa. HarukaEdu, menyediakan kelas online , kuliah online, dan sertifikat online . TokoEdukasi, khusus menjual alat-alat pendidikan bagi sekolah, siswa, dan orang tua. GoeSmart, jejaring sosial bagi siswa, guru, sekolah, orang tua, dan masyarakat umum. Squline, mengkhususkan diri pada pembelajaran online bahasa Mandarin.

Serta beberapa strartup pendidikan lainnya. Mari kita sambut karya anak negeri. Kita punya tanggung jawab untuk memberikan iklim yang kondusif untuk tumbuh kembang startup pendidikan asli Indonesia dengan cara menggunakannya dengan sepenuh hati. Samsung menjadi besar karena masyarakat Korea Selatan kompak memakai Samsung pada saat dunia belum memakai Samsung.

Di sisi lain, startup pendidikan Indonesia harus tampil percaya diri dengan product and customer experience yang lebih baik dari competitor , sehingga menimbulkan kepercayaan dan kebanggaan bagi penggunanya. Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi negara besar di era teknologi. Mari kita jadikan Indonesia Tuan di negeri sendiri dengan menciptakan IP (intelectual property ) asli buatan Indonesia. Salam.

DR ACHMAD FAUZAN MMM
Dosen Pascasarjana STMIK AMIKOM Yogyakarta

Berita Lainnya...