Edisi 04-02-2016
Sekolah Jogja Green School Diteror Bom


SLEMAN– Sekolah alam Jogja Green School yang berada di Dusun Jambon, Tri - hang go, Gamping, Sleman mendapat teror bom yang dikirimkan lewat pesan singkat dari orang tak dikenal. Puluhan anak didik yang terdiri dari siswa PAUD, TK, dan SD langsung dievakuasi ke lokasi yang aman.

Tidak berselang lama, petugas penjinak bom dari Polda DIY yang datang ke lokasi langsung melakukan penyisiran ke se - jum lah sudut-sudut ruangan, seperti ruang kelas, kamar mandi, toilet, lemari, loker, gudang, bah kan seluruh ruang kosong dan atap. Sebelumnya, ancaman teror itu dikirimkan kepada Wisnu Baroto, warga Condongcatur, De pok, Sleman yang merupa - kan suami dari kepala sekolah Jogja Green School Eny Kris na - wati sekitar pukul 10.00 WIB, sa at perjalanan dari mengantar istrinya.

Mendapatkan pesan yang berbunyi “Selamat pagi ba pak yang terhormat, silakan eva - kuasi anak-anak karena bom sudah terpasang di sekolah istri Anda” dia langsung cepat-cepat kembali ke sekolah. An ca man itu langsung dilaporkan ke kepolisian. Kapolres Sleman AKBP Yu li - anto menyampaikan, begitu men dapatkan ancaman teror itu, sesuai prosedur para siswa juga warga di sekitar lokasi langsung dievakuasi.

Pihaknya pun se gera melaporkan ke Tim Ge - ga na Satbrimob Polda DIY un - tuk melakukan penyisiran. Se - la ma proses penyisiran, sekitar se kolah disterilkan dari warga. "Se telah penyisiran petugas ti - dak menemukan bom, kondisi se kolah aman," katanya. Meski teror bom itu tidak ter bukti, Yulianto mengaku ke - po lisian tetap akan menyelidiki teror yang dikirim lewat pesan singkat kepada suami kepala se - ko lah tersebut.

Pihaknya pun lang sung meminta keterangan dari para saksi terutama Wisnu Ba roto yang menerima pesan an caman teror itu untuk proses penyelidikan dan mengungkap pe lakunya. "Kami belum tahu apa motif pelaku pengirim teror ter sebut, kami masih selidiki sia pa pengirim pesan itu," ung - kapnya.

Sementara itu, Sekretaris Jogja Green School Dian Kurnia se cara terpisah kepada war ta - wan menyampaikan adanya an - caman bom itu, pihak sekolah te tap berupaya supaya siswa ti - dak panik dan menjadikan trauma.

Puluhan siswa yang ada ma - sih sempat diajak melanjutkan aktivitas makan siang kemudian meminta kepada seluruh sis - wa agar keluar dari ruang kelas dengan menyampaikan bahwa sekolah akan digunakan untuk syuting dan akan ada polisi yang datang. "Karena masih anakanak, khawatir mereka trauma," tandasnya.

muji barnugroho


Berita Lainnya...