Edisi 04-02-2016
15 Juta KIS PBI di Jabar Distribusikan


BANDUNG- Badan Penyelenggara Ja minan Sosial (BPJS) Divisi Regional V Jawa Ba rat memastikan, sebanyak 15.008.872 Kartu Indonesia Sehat (KIS) – Penerima Bantuan Iuran (PBI) telah didistribusikan di Ja bar me lalui pihak ketiga, PT Pos Indonesia, dan JNE.

“Untuk memantau pen dis tri - bu sian, BPJS Kesehatan mem - bentuk posko pemantauan dan pe nanganan pengaduan KISPBI, baik di tingkat pusat, re - gional, kantor cabang dan kan - tor layanan operasional ka - bupaten/kota. Saat ini, 100% pe ngiriman sudah ditangani PT Pos Indonesia dan JNE,” ujar Je - n ni Wihartini, di Kantor BPJS Ke sehatan Divre 5 Jabar, Jalan Dr Djundjunan, kemarin. Menurutnya, posko ini di - bentuk untuk menampung ber - bagai keluhan dari penerima KIS –PBI 2016 yang secara total ber jumlah 86,4 juta di seluruh In donesia.

Di Jabar sendiri, pos ko P3D KIS-PBI telah me - nerima 122 keluhan terkait kar - tu jaminan tersebut. Jenni merinci, berdasarkan da ta, pada 2016 sebanyak 1,7 ju - ta dari 84,4 juta jiwa yang ter - daftar sudah tak lagi mendapat ban tuan iuran dari pemerintah pu sat. Pemutusan jaminan itu di dasari oleh tiga alasan, yakni per pindahan domisili, me ning - gal dunia serta peserta di nya - takan tak miskin lagi. Sementara di Jabar, data PBI ja minan kesehatan yang sudah di nyatakan non aktif, sebanyak 158.379 jiwa.

“Indikator pe - serta yang sudah tidak miskin lagi, biasanya mereka men da - pat kan pekerjaan baru. Sudah me miliki penghasilan, dan me - reka mendapatkan jaminan ke - sehatan yang ditanggung pe ru - sa haan,” tambahnya. Di tempat yang sama, Kepala Di nas Kesehatan (Dinkes) Kota Ban dung, Ahyani Raksanagara me nambahkan, seluruh warga di imbau untuk mendaftarkan diri di BPJS Kesehatan, jauh se - belum kondisi kesehatan ter - gang gu.

“Jangan anggap ja mi nan kesehatan ini kantong do rae - mon, bisa dikeluarkan de ngan cepat dan langsung dapat di - gunakan. Makanya, ketika se - hat, persiapkan saja. Jangan ke - tika sakit mendadak bikin,” ujar Ahyani. Jelas Ahyani, peran KIS, baik PBI mau pun non-PBI sangat ber arti bagi mereka yang mem - butuhkan dana berobat dalam jum lah besar. “Sebagai contoh, ba gi me - reka yang gagal ginjal di - butuhkan dana sekitar Rp8juta untuk dua kali cuci darah setiap ming gunya. Dan ini mem bu - tuhkan dukungan 400-500 jiwa yang membayar iuran,” ung kap - nya.

Di Kota Bandung, lanjut Ah - yani, BPJS Kesehatan bekerja sa ma dengan 26 rumah sakit, 73 pus kesmas sebagai faskes serta 4 klinik utama. “ Sesuai dengan peraturan, seluruh rumah sakit me mang harus mendukung prog ram dari BPJS kesehatan. Mu dah-mudahan 2016 warga Ban dung bisa mencapai target 100% kepersertaan jaminan ke - se hatan,” tutupnya.

Terpisah, di Kabupaten Band ung Barat sejumlah posko yang berfungsi untuk mela ku - kan pemantau , penanganan dan pengaduan menyusul telah di lakukannya pendistribusian un tuk Kartu Indonesia Sehat (KIS) penerima bantuan iuran (PBI) kepada Pihak ketiga (PT POS/JNE/Mitra BPJS lainnya) ju ga mulai didirikan.

Kepala Kantor BPJS Cabang Cimahi Yudha Indrajaya men - jelaskan, posko aduan dibentuk se bagai langkah antisipasi BPJS Ke sehatan dalam memberikan pe layanan bagi peserta KIS PBI. Un tuk posko aduan BPJS Ca - bang Cimahi yang menaungi Ko ta Cimahi dan Kabupaten Ban dung Barat (KBB), pos - konya terletak di Kantor Ca - bang Cimahi di jalan Sang ku - riang Cimahi dan di Kantor BPJS Kesehatan KBB di ruko Ci - me rang Jalan Cimareme-Ba - tujajar.

dini budiman/ nurazis





Berita Lainnya...