Edisi 04-02-2016
Banjir Karangligar Rendam 53 Rumah


KARAWANG–Banjir mulai menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Karawang. Sedikitnya 53 rumah di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, terendam akibat meluapnya Sungai Cibeet, kemarin.

Ketinggian air yang merendam de sa tersebut mencapai lutut orang dewasa. Menurut warga se kitar, air mulai naik dan ma - suk ke rumah warga pada pukul 06.00 WIB pagi. Uun, 46, warga RT 03 RW 01 Du sun Pangasinan, Desa Ka - rang ligar, mengatakan, pe ris - tiwa yang terjadi di desanya me - ru pakan banjir tahunan. Hujan deras yang mengguyur selama dua hari pada Senin (1/2) dan Sel asa (2/2) mengakibatkan Sung ai Cibeet meluap ke per - mu kiman warga.

“Air mulai ma - suk ke rumah jam enam pagi tadi, saya saat ini sedang me nye - la matkan barang-barang,” ka - ta nya. Meski air luapan sungai su - dah memasuki rumah warga, na mun sebagian warga yang men jadi korban banjir masih bertahan di rumahnya. Sebab, ketinggian air yang masuk ke dalam rumah masih sekitar 20 sentimeter hingga 40 sen ti m e - ter. “Pernah ketinggian air men - ca pai atap rumah. Biasanya ka - mi mengungsi ke balai desa atau ke tempat lain yang tidak ter en - dam,” ujarnya.

Kepala Desa Karangligar En - eng Komariah me ngung kap - kan, banjir telah merendam 53 ru mah yang dihuni 62 kepala ke luarga, atau 194 jiwa. Dia me - nu turkan, bantuan logistik su - dah dipersiapkan bagi para kor - ban banjir.

Ancaman banjir, kata dia, bu kan hanya luapan Sungai Ci - beet saja. Akan tetapi luapan Su - n gai Citarum juga mengancam per mukiman warga. “Jika Sung - ai Cibeet tidak meluap, ya Sung - ai Citarum yang naik, desa juga te rancam banjir. Maka banjir akan parah jika kedua sungai itu me luap. Bisa menenggelamkan ru mah warga, seperti tahun-ta - hun sebelumnya,” tambah En - eng.

Kepala Badan Penang gu - lang an Bencana Daerah (BPBD) Ka rawang Asip Suhendar, me - nga takan, tinggi muka air (TMA) Sungai Cibeet saat ini kon disinya siaga satu. Se men - tara TMA Sungai Citarum saat ini juga sedang naik. BPBD Ka - ra wang juga sudah menetapkan sta tus siaga bencana banjir dan longsor sejak 20 Januari 2016.

“Banjir di Karawang ini aki - bat kiriman dari luar kota. Jika Sung ai Cibeet naik, maka itu kiriman dari Bogor. Tapi kalau Sung ai Citarum naik, itu kirim - an dari Bandung atau Pur wa - kar ta. Kalau Sungai Cilamaya di wi layah pesisir utara, itu juga ki - riman dari Kabupaten Subang atau Purwakarta,” katanya.

Sementara itu, para petani di Desa/Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang, terpaksa tak bisa menanam padi sesuai jadwal, menyusul terendamnya puluhan hektare sawah mereka. Areal persawahan itu praktis tak bisa ditanami akibat ting gi - nya intensitas hujan di wilayah ter sebut. “Lahan sawah kami sudah empat hari ini terendam banjir. Jadi tak bisa cepat-cepat di ta na - mi padi, padahal usia per se - maian sudah sangat tua, sekitar 40 hari lebih,”keluh petani Desa Blanakan, Dirman, 50, kepada KORAN SINDOkemarin.

Selain karena tingginya curah hujan, banjir yang meng - g enangi sawah mereka, ter uta - ma disebabkan tersumbatnya se jumlah saluran irigasi, akibat mengalami pendangkalan atau sedimentasi yang tinggi. “Garagaranya banyak saluran mam - pet, tersumbat karena pen - dang kalan dan penyempitan. Se hingga banjir tak bisa cepat sur ut dari pesawahan, air ge - nanga nnya sulit terbuang karena salurannya mam pet,” tim pal petani lainnya, Sart i - man.

Me reka khawatir, genangan air yang tak kunjung surut ini, me nyebabkan pelaksanaan ta - nam padi musim rendeng, me - nga lami keterlambatan. Ter le - bih, usia persemaian padi milik me reka sudah cukup tua, yakni mencapai 40 harian. Mereka berharap, instansi pem kab segera menormalisasi dan merehabilitasi sejumlah ja - ring an irigasi, yang kondisinya tak layak. Agar pasokan lancar dan luapan air dari curah hujan bi sa dialirkan dari persawahan.

“Supaya sawah kami tidak ter genang lagi, sebaiknya sa lur - an-saluran yang rusak, dangkal, atau mampet, diperbaiki. Ta - kut nya, kalau nanti airnya su - rut, terus ditanami padi, malah ter genang lagi, sehingga ta - nam an rusak, dan kerugian ka - mi kian besar,”imbuh petani lain nya, Parman. Kabid Sumberdaya Dinas Per tanian Tanaman Pangan Su - bang, Hendrawan, menyebut, akan segera mengirim petugas la pangan untuk mengecek kon - di si sawah yang tergenang ban - jir.

“Nanti dilihat, kalau ja ring - an irigasinya rusak, apakah ka - re na sedimentasi (pen dang kal - an) atau penyempitan, se ce pat - nya dinormalisasi untuk me lan - car kan pasokan sekaligus buang an air,”tuturnya.

nilakusuma/ usep husaeni

Berita Lainnya...