Edisi 04-02-2016
Emil: Kereta Cepat Dorong Ekonomi Baru


BANDUNG – Wali Kota Ban - dung Ridwan Kamil men du - kung penuh rencana pem ba - ngunan kereta cepat atau high speed train (HST) Jakarta-Ban - dung yang telah diresmikan Pre siden Joko Widodo be be - rapa waktu lalu.

Bagi dia, pro kontra terkait mega proyek tersebut meru - pakan dinamika dalam setiap pembangunan skala besar. Emil menilai, dinamika akan se lalu ada, tak ter ke cuali pada proyek kereta cepat yang digadang-gadang memi li ki kemampuan tempuh 400 KM/jam. “Di mana ada hal baru, di situ selalu ada dinamika. Lihat bus - way, dulu di demo, saya masih ingat, saya hafal orang in te lek - tual yang mendemo. Setelah bus way-nya lancar jadi man - faat, diem kan,” kata Emil di Ban dung kemarin.

Tak hanya itu saja, lanjut dia, penolakan juga sempat terjadi saat pembangunan ja - lan layang Pasupati. Pada pe - laksanaannya ditolak oleh sejumlah kalangan termasuk dari Lembaga Swa daya Ma sya - rakat (LSM). Se men tara ketika sudah jadi ak hir nya dapat di - nik mati. “Nah sekarang, kereta cepat juga mengalami hal sama. Saya tidak mempermasalahkan bila kini itu terjadi, orang berhak atas opininya mau positif mau ne gatif yang penting kan ke pu - tusan akhir ada dipengambil ke - pu tusan, dalam hal ini sang pe - megang kuasa yakni presiden,” ucapnya.

Dia menambahkan, kunci - nya berada di tangan presiden, sehingga bila orang nomor satu di negeri ini mengatakan jalan sebagai bawahannya tentu ha - rus mengamankan. Namun da - lam kaca mata Emil, persoalan ini karena urusan teknologi baru. Di dunia maya, Emil me nga - ku sering beradu argumentasi dengan warga perihal urgensi pem bangunan kereta cepat.

“Saya sudah bilang, kereta cepat itu bukan hanya mem - percepat orang Jakarta ke Bandung, tapi ikut melahirkan sebuah per tum buhan eko - nomi baru, yaitu di Karawang dan Walini, kalau tidak ada kereta cepat Ka ra wang dan Walini juga tidak akan ada perkembangannya,” ung kap - nya.Emil sedikit menjelaskan alasan utama mengapa Jakarta - Bandung menjadi jalur per - tama proyek kereta cepat yang saat ini ingin diwujudkan oleh pemerintah.

Menurut dia, dari hasil studi yang dilakukan, jalur yang me - miliki jarak sekitar 142 KM ini akhirnya dipilih karena paling layak secara dari sisi hitungan bisnis. “Kenapa pemerintah mem - prio ritaskan Jakarta-Bandung, bukannya ke jembatan yang roboh misalnya? Ini kan da sar - nya ada di sektor business to business. Kalau duitnya pakai Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) boleh lah di gu - gat, begitu kan logikanya, se - men tara ini kan duit sendiri,” tan dasnya.

dila nashear

Berita Lainnya...