Edisi 04-02-2016
Pemerintah Bangun Waduk di Sumedang


BANDUNG– Pemerintah pusat kembali berencana membangun waduk di Kabu - paten Sume dang tahun ini. Waduk meng - gu na kan Sungai Cipanas itu nantinya di pe - run tukkan bagi irigasi, suplai air, dan pembangkit listrik.

Sekretaris Daerah Provinsi Ja - bar Iwa Karniwa me nga takan, pembangunan waduk yang rencananya bernama Ci pa nas, merupakan proyek pe me rintah pusat melalui Ke men terian Pekerjaan Umum dan Per - umahan Rakyat. Pemprov Ja - bar memiliki peran mem ban tu berbagai tahapan pem ba - ngunan, terutama pada proses pem bebasan lahan. “Pendanaan dari APBN, kami sebagai wakil pusat di dae - rah bertugas untuk membantu, memfasilitasi dan mengatasi berbagai hambatan yang ada di lapangan,” ujarnya di Gedung Sate kemarin.

Iwa mengatakan, Waduk Ci - panas nantinya memiliki ba - nyak fungsi dan manfaat. Mulai dari pemasok air baku untuk Su - medang dan Bandara Inter na - sional Jawa Barat di Kertajati, Kabupaten Majalengka. Keber - ada anya juga akan menjadi pen - dukung irigasi pertanian di wi - la yah Sumedang dan In dra - mayu dengan luas lahan men - capai 10.565 hektare. Selain itu lanjut dia, Waduk Cipanas juga akan menjadi sum - ber energi listrik di Sumedang dan Majalengka dengan ka pa si - tas terpasang 2,5 MW atau se - tara dengan produksi 13 GWh ser ta aliran pemeliharaan su - ngai karena punya kapasitas 1,5 m3/detik.

Waduk ini pun bisa menjadi pengendali banjir di kawasan Indramayu. Dari 1.220 m3/de - tik menjadi 745 m3/detik atau turun 39%. “Waduk Cipanas juga bisa untuk potensi wisata,” ucapnya. Ditanya mengenai ang gar - an, Iwa mengungkapkan, se lu - ruh dana bersumber dari APBN senilai Rp1,2 triliun. Tahap awal, proyek tersebut akan dimulai dengan pem be - bas an lahan. Pihaknya akan menggandeng Pemerintah Ka - bu paten Sumedang mulai dari Bupati hingga Kepala Desa.

Pembebasan dilakukan di 5 desa, yakni Cibubuan, Karang - la yung, Ungkal, Cibuluh dan Ci - kawung. Adapun lahan milik ma sya - rakat mencapai 240,6 hektare, sedangkan 899,6 hektare ada - lah lahan kehutanan dan 132 hektare wilayah daerah aliran sungai yang merupakan lahan milik negara. “Berdasarkan hasil peng - ukur an, wilayah kehutanan yang paling luas nanti perlu di - siapkan penggantian ke ke men - terian hutan,” jelasnya.

Untuk tahap awal, diung - kap kan Iwa, pemerintah akan melakukan pembebasan lahan yang akan diperuntukan bagi akses dari jalan utama ke lokasi pembangunan waduk se pan - jang 1 km atau seluas 5 hektare. “Usai pembebasan lahan akses jalan, lelang kontruksi jalan akan dilakukan di 2016,” ujar - nya. Menurut Iwa, pemba ngun - an Waduk Cipanas diharapkan berlangsung cepat, karena su - dah direncanakan sejak lama.

Studi kelayakan pun sudah di la - kukan sejak 2004 lalu. Kemudian berbagai per - syaratan lain juga telah dimiliki mulai dari studi kelayakan, ana - li sis dampak lingkungan di 2011, detail engineering designdi 2012, izin lingkungan di 2014. Sementara izin SIPA (Surat Izin Pengambilan Air) masih dalam proses. “Pembangunan dila ku - kan mulai 2016 ditargetkan se - lesai 2019,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ci manuk - Cisanggarung Pro - vin si Jawa Barat Widianto me - ngaku, masih membahas secara intensif rencana pembangunan Waduk Cipanas. Proses pem ba - ngunannya sudah diajukan. Tapi untuk penetapan loka si - nya masih belum diputuskan. “Masih jauh penetapan loka si - nya,” ujar dia.

Waduk Cipanas nantinya akan digenangi aliran air Sungai Ci panas. Namun sayang Wi di - yan to masih enggan men je las - kan secara detail rencana pem - bangunan waduk tersebut. “Ini masih mentah. Saya belum bisa berikan informasi. Nanti kalau saya sudah punya data lengkap (akan diinfokan),” pungkasnya.

mochamad solehudin


Berita Lainnya...