Edisi 04-02-2016
Sumedang Terancam Darurat Sampah


SUMEDANG– Minimnya armada truk pe - ng angkut sampah membuat Badan Ling - kungan Hidup (BLH) Kabupaten Su me dang kewalahan dalam menanggulangi tum - pukan sampah di sejumlah titik wilayah di Kabupaten Sumedang.

Kepala BLH Sumedang Wowo Sutisna mengatakan, total truk pengangkut sampah milik BLH sebanyak 13 unit, terdiri dari 11 unit truk lama dan tambahan dua unit truk baru bantuan dari Pemprov Jawa Barat. Namun, dari 13 unit itu, lima unit sudah tidak dioperasikan lagi karena rusak berat. Pada - hal, idealnya Kabupaten Sume - dang harus memiliki truk pe - ngangkut sampah sebanyak 20 unit.

“Yang masih bisa di gu na kan hanya delapan unit, itu pun, yang lima unit sudah tidak layak di - gunakan tapi tetap di pak sa kan untuk operasional. Hanya ti ga unit truk yang kon di si nya masih bagus dan layak,” ujar nya ke - marin. Kedelapan truk tersebut, kata dia, melayani pe ngang kut - an sampah di beberapa titik wi - la yah, mulai Kecamatan Ja - tinangor, Cimanggung, Pasar In pres Sumedang, Jalan Prabu Ga jah Agung, Regol Wetan, Ka - rap yak, dan Kelurahan Kota Ku - lon.

“Untuk melayani pe ngang - kut an sampah dengan 8 truk ini me mang kurang, karena ideal - nya ada 20 unit truk yang layak ja lan untuk mengangkut sam - pah di sejumlah titik wilayah mulai dari Jatinangor hingga Sumedang kota,” tuturnya. Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Sumedang saat ini kekurangan truk peng - angkut sampah. Sebab, dari 10 armada pengangkut sampah, lima rusak dan sudah tidak layak digunakan.

Meski pun BLH Kabupaten Sumedang men da - pat bantuan dua buah ken da ra - an dari Provinsi Jawa Barat. Sementara, lanjut dia, untuk lima unit truk yang sudah men - jadi rongsokan karena tidak bisa lagi diperbaiki ini, rencanya, BLH Sumedang akan meng ha pus - kannya. “Na mun demikian sa at ini peng ha pusan belum bisa di - lakukan wa la pun kami telah menga ju kan nya,” katanya.

Se - mentara itu, pantauan KORAN SIN DO, tump ukan sam pah tam - pak men ggunung di tempat pe - nam pungan sam pah sementara di lokasi Pasar Inpres Sumedang. Tumpukan sam pah ini meng ganggu ke nya man an war - ga karena saat mu sim peng hu - jan sekarang, tum puk an sam - pah tersebut me nim bulkan bau tak sedap.

“Ya apa pun alasannya dari Pemkab Sumedang, kami ber - harap, agar sampah di sini tidak dibiarkan menumpuk, karena selain rujit, saat musim hujan sekarang ini juga tumpukan sampah itu menimbulkan bau tak sedap,” kata Ade, 38, warga Lingkungan Ketib, Kelurahan Kota Kaler, Kecamatan Su me - dang Utara.

aam aminullah

Berita Lainnya...