Edisi 04-02-2016
Lagi, Polisi Gerebek Lokasi Pengoplosan


SIDOARJO – Sekian kali Polres Sidoarjo menggerebek lokasi pengoplosan elpiji subsidi. Kali ini rumah kontrakan di Desa Wilayut RT 12/RW 3, Kecamatan Sukodono, yang dihuni oleh AN, warga Surabaya.

Sayangnya, dalam penggerebekan tersebut AN berhasil kabur. Polisi hanya mendapati sembilan pekerjanya. Pekerja tersebut ditugasi AN mengoplos tabung elpiji subsidi 3 kilogram (kg) ke dalam tabung elpiji 12 kg dan 50 kg. ”Pemilik usaha oplosan elpiji tidak di tempat saat petugas datang,” ujar Kapolres Sidoarjo AKBP M Anwar Nasir yang ikut penggerebekan, Rabu (3/2) sore itu.

AN telah mengoplos tabung elpiji sejak tujuh bulan lalu. Rumah di Desa Wilayut dijadikan tempat mengolpos elpiji setelah mendapatkan banyak tabung elpiji 3 kg di pasaran. Setelah mendapatkan tabung elpiji 3 kg, kemudian isinya dipindahkan ke tabung 12 kg dan 50 kg. AN juga mengumpulkan tabung elpiji kosong 12 kg dan 50 kg di pasaran untuk diisi gas dari tabung elpiji subsidi 3 kg. Tabung melon subsidi itu kemudian isinya dikuras habis dengan alat penyulingan yang disiapkan. ”Pelaku menyuruh pekerjanya mengisikan gas ke tabung 12 kg dan 50 kg, kemudian dijual lagi,” ujar Anwar.

Dari usaha oplosan tersebut, AN meraup keuntungan sekitar Rp16 juta per hari. Dalam penggerebekan tersebut, polisi juga mengamankan total 661 tabung elpiji 3 kg. Dengan rincian 290 tabung kosong serta 371 tabung elpiji yang masih berisi gas. Sementara untuk tabung gas 50 kg ada 43 tabung yang masih isi, tabung 12 kg sejumlah 27 tabung, dansembilandiantaranya kosong. ”Kami akan memburu AN yang saat ini diketahui berada di Surabaya,” kata Anwar.

Informasi yang diperoleh, sejak tinggal ke rumah itu, AN memang jarang bersosialisasi dengan tetangga sekitar. ”Orangnya jarang bersosialisasi. Mungkin sibuk ngurusi usahanya,” ujar salah satu warga sekitar.

abdul rouf


Berita Lainnya...