Edisi 04-02-2016
Anak-anak Pengungsi Gunung Sinabung Akan Sekolah di Tenda


KARO– Pascakecelakaan mobil yang membawa 15 anak-anak pengungsi Sinabung di ruas jalan menuju Desa Relokasi Siosar, Kecamatan Merek, Selasa (2/2), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo berencana menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar bagi anakanak pengungsi di dalam tenda.

Rencana ini terungkap dalam rapat dengan jajaran muspida di Ruang Rapat Bupati, Kantor Bupati Karo, Kabanjahe, Rabu (3/2), yang dipimpin Bupati Karo Terkelin Brahamana. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kecelakaan itu mengakibatkan satu anak pengungsi bernama Khairunisa Ginting, 12, meninggal dunia sedangkan 14 lainnya menderita luka berat dan ringan di sekujur tubuh.

“Kami sudah membahas untuk membangun tenda guna kegiatan belajar mengajar di Desa Relokasi Siosar. Namun, tenda tersebut harus bisa untuk kelas 1-6 sekolah dasar (SD),” kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Pemkab Karo, Saroha Ginting. Menjawab hal itu, Dandim 0205/TK Letkol Inf Agustatius Sitepu menegaskan, akan dibuat enam tenda. Sementara mengenai pekerjaan pembangunan gedung SD untuk anak pengungsi Sinabung sudah dimulai.

Dananya sumbangan dari pihak swasta. Namun untuk gedung SMP hingga saat ini belum ada. Bupati Karo, Terkelin Brahmana menegaskan, kejadian nahas ini kiranya tidak terulang lagi pada hari-hari mendatang. “Ini merupakan masalah kita bersama dan harus dicari solusinya. Bukan hanya persoalan anak sekolah, tetapi juga permasalahan lain, termasuk relokasi tahap ke II, relokasi mandiri, dan lainnya. Ini harus segera disosialisasikan,” ujar Terkelin.

Terkelin juga menekankan agar Dinas Perhubungan Pemkab Karo mengecek kelayakan kendaraan karena struktur jalan menuju Siosar terdapat banyak tanjakan. Selain itu, agar dibuat rambu-rambu dan pemberitahuan di ruas jalan. Wakil Kepala Kepolisian Resor (Wakapolres) Karo, Kompol A Sinurat mengatakan, pihaknya sudah mengantongi identitas tersangka sopir CV Karya Nusantara bernama Hendrik beralamat di Kabupaten Asahan.

Saat ini petugas masih dalam pengejaran. “Kami sudah koordinasikan dengan Polres Asahan dan semoga dalam waktu dekat bisa ditangkap,” ujar A Sinurat. Wakil Ketua DPRD Karo Effendi Sinukaban mengatakan, anak-anak sekolah tersebut tidak tahan berlama-lama di dalam mobil tertutup karena sesak dan sering muntah. Karena itu, mereka lebih memilih naik truk bak terbuka.

“Untuk transportasi, bisa dimanfaatkan tiga bus Damri dari Kementerian Perhubungan yang akan sampai di Karo kurang lebih dua pekan lagi,” ujar Effendi. Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Pemkab Karo, Alemina Bangun mengatakan, seluruh korban akan mendapat bantuan standar, seperti korban kebakaran, berupa sembako yang akan diserahkan hari ini.

Dimakamkan di TPU Desa Siosar

Sementara jenazah korban kecelakaan, Kharunisa br Ginting, 12, siswa SD kelas VI, disemayamkan di rumah duka nomor 97, Desa Relokasi Siosar, dan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Siosar. Kesedihan mendalam tampak jelas terlihat di rumah keluarga Khairunisa br Ginting.

Keluarga korban, Kasman Sitepu mengungkapkan, semasa hidup Khairunisa anak yang saleh dan rajin membantu orang tuanya bekerja di ladang. Anak kedua dari tiga bersaudara itu tak pernah melawan perintah orang tua dan rajin belajar. Setiap hari dia dan temantemannya diantar jemput ke SD Kutambelin berjarak sekitar 15 kilometer dari perumahan relokasi dengan mobil operasional milik BPBD.

Namun, entah bagaimana pada hari nahas kemarin, korban dan beberapa temannya pulang sekolah menumpangi mobil colt diesel yang sedang melintas. “Kami keluarga sangat merasa prihatin mengenai proses pendidikan anak-anak. Kami juga sangat menyesalkan guru sekolah karena beberapa hari ini anak kami disuruh menumpang mobil lain yang bukan kendaraan operasional BPBD.

Namun mau bagaimana lagi, semua sudah terjadi,” kata Kas-man. Dia menyebutkan, sebelumnya para warga relokasi sudah meminta agar proses pendidikan anak-anak di Siosar menggunakan tenda. Pemerintah tidak terlalu menggubris dengan alasan kurang wajar bila melakukan KBM di dalam tenda. Namun, dia juga mengakui saat ini infrastruktur bangunan sekolah sudah mulai dibenahi di daerah itu.

Riza pinem

Berita Lainnya...