Edisi 04-02-2016
Mulai Panen Padi, Harga Beras Turun


BOJONEGORO – Harga beras di Bojonegoro sejak sepekan terakhir mengalami penurunan, mulai tingkat petani, grosir, hingga eceran. Menurunnya harga beras itu disebabkan masih banyaknya pasokan di tingkat petani.

Menurut salah seorang pedagang beras di Pasar Banjarejo, Kota Bojonegoro, Kharis, 47, penurunan harga beras ini terjadi secara berkala sejak sepekan terakhir. “Kalau panen raya padi, harga beras cenderung turun,” ujarnya kemarin. Penurunan harga beras itu terjadi di semua jenis. Misalnya, untuk beras jenis medium sebelumnya per kilogram Rp7.000 sekarang menjadi Rp6.800.

Sedangkan, beras jenis IR64 sekarang per kg menjadi Rp8.600, beras jenis premium kelas kepala Rp10.800 per kg, premium kelas super Rp9.500 per kg. Selain mengalami penurunan harga, jumlah stok beras juga mengalami penurunan. Para petani biasanya jika saat musim panen raya (panen pertama) beras yang dihasilkan banyak dikonsumsi sendiri. Saat ini per hari hanya bisa menjual beras antara 4-6 ton.

“Ini karena jika pada musim panen pertama kualitas berasnya lebih bagus. Sehingga banyak dikonsumsi sendiri,” jelasnya. Biasanya, lanjut dia, jika tidak saat musim panen, dia mampu menjual beras hingga 8-10 ton. Dia mendapatkan stok beras itu dari petani lokal Bojonegoro dan Tuban. Pemilik UD Putra Mandiri Grup itu mengaku tidak kesulitan untuk mendapatkan stok beras lokal. “Stoknya tercukupi,” kata warga asal Banjarejo itu.

Sementara itu, Kepala Badan Ketahanan Pangan, Kabupaten Bojonegoro, Rendra D Prakosa mengungkapkan, kebutuhan beras untuk konsumsi rumah tangga dan komersial ini mencapai 11.000 ton per bulan. Sedangkan, jumlah konsumsi sendiri hanya 3% dari jumlah total hasil panen.

Saat ini para petani yang memiliki lahan tadah hujan baru melakukan musim tanam. Sedangkan, beberapa petani yang memiliki lahan di sekitar aliran Sungai Bengawan Solo sudah mulai panen. “Kalau di sekitar Bengawan Solo sudah mulai panen,” ujarnya.

muhammad roqib

Berita Lainnya...